unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Unreal Engine 6 Debut di Rocket League, Game Pertama yang Pakai Mesin Baru

Unreal Engine 6 Debut di Rocket League, Game Pertama yang Pakai Mesin Baru

Unreal Engine 6 Debut di Rocket League, Game Pertama yang Pakai Mesin Baru
Unreal Engine 6 Perdana! Rocket League Jadi Game Pertama yang Pakai
A A Ukuran Teks16px

Epic Games memperkenalkan Unreal Engine 6 (UE6) untuk pertama kalinya melalui game Rocket League.

Pengumuman ini dilakukan di ajang Rocket League Championship Series (RLCS) Paris Major 2026 pada Minggu, 24 Mei 2026.

>>> Lenovo Lecoo Bellator Zhan 25Q: Monitor Gaming 280Hz Hanya Rp2 Jutaan

IN2

Rocket League telah menggunakan Unreal Engine 3 sejak dirilis pada 2015. Kini, setelah 11 tahun, game tersebut menjadi yang pertama beralih ke UE6.

Trailer perdana yang dirilis tidak hanya sebagai teaser, tetapi juga pernyataan visi teknologi Epic Games. Trailer itu menampilkan peningkatan grafis dan performa yang signifikan.

Mengapa Rocket League Dipilih?

Pemilihan Rocket League bukan tanpa alasan. Game ini memiliki basis pemain global yang masif, lebih dari 50 juta pemain aktif.

in2

Desain visualnya yang ikonik namun sederhana membuat perbedaan peningkatan grafis mudah dikenali. Kombinasi fisika, animasi, dan multiplayer real-time juga ideal untuk menguji kemampuan mesin baru.

>>> Sinopsis 5 Episode Masha and the Bear yang Tak Terlupakan

Selain itu, Epic Games telah mengakuisisi Psyonix, pengembang asli Rocket League, pada 2019. Hal ini memberi kendali penuh atas arah teknis game tersebut.

Perubahan Visual yang Mencolok

Trailer UE6 menampilkan model mobil yang lebih realistis dan mengkilap. Mobil seperti Octane dan Dominus kini memiliki refleksi permukaan dinamis dan goresan cat real-time.

Material logam, karbon fiber, dan cat bereaksi secara akurat terhadap cahaya lingkungan. Pencahayaan sinematik dan global illumination juga disempurnakan dari teknologi Lumen UE5 dengan efisiensi lebih tinggi.

>>> Biaya Langganan Chatbot AI Premium Terbaru: Mana Paling Untung?

Bayangan lebih lembut, pantulan cahaya lebih natural, dan transisi siang-malam terasa mulus. Stadion juga menjadi lebih hidup dengan penonton berupa model 3D yang bertepuk tangan dan membawa spanduk.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru