Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hingga pertengahan Juli 2026, sedikitnya tiga kecamatan telah terdampak kekeringan.
Ketiga kecamatan tersebut adalah Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi. Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui BPBDPK telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah tersebut.
>>> 6 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan dengan NFC Terbaru Juli 2026
Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap.
"Sudah ada tiga kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih, yakni Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi.
Hari ini kami mendistribusikan air bersih ke Sindangresmi dan Karangtanjung, sedangkan kemarin ke Angsana," ujarnya.
Potensi Kekeringan di 150 Desa
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), sebanyak 150 desa di 20 kecamatan di Kabupaten Pandeglang masuk dalam kategori wilayah dengan potensi kekeringan tinggi.
>>> Prancis vs Spanyol: Duel Panas Semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Malam Ini
Kecamatan tersebut meliputi Sumur, Sukaresmi, Saketi, Pulosari, Patia, Pagelaran, Menes, Mandalawangi, Labuan, Jiput, Cisata, Cimanggu, Cikeusik, Cikedal, Cibitung, Carita, Angsana, Sindangresmi, Cadasari, dan Karangtanjung.
Selain itu, terdapat 15 kecamatan lainnya yang masuk kategori potensi kekeringan sedang.
"Potensi kekeringan di Kabupaten Pandeglang berdasarkan KRB berada di 20 kecamatan dengan 150 desa yang berpotensi tinggi. Sementara 15 kecamatan lainnya memiliki potensi sedang," jelas Riza.
>>> DJI Lito X1: Drone Pemula Ber-LiDAR yang Bikin Terbang Makin Aman di 2026
BPBDPK Kabupaten Pandeglang terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya krisis air bersih selama musim kemarau.
