Motorola diduga menyisipkan kode afiliasi tersembunyi di aplikasi belanja pada ponsel pintar mereka. Temuan ini langsung memicu kontroversi besar terkait privasi dan transparansi data pengguna.
Kode Afiliasi Tersembunyi
Banyak pengguna tidak menyadari bahwa aktivitas belanja mereka dipantau secara diam-diam. Saat membuka aplikasi belanja, sistem Motorola otomatis mengalihkan tautan menggunakan kode pelacak khusus.
>>> Ashanty Cerita Momen Menakjubkan saat Cium Hajar Aswad
Akibatnya, perusahaan memperoleh keuntungan komisi dari setiap transaksi tanpa sepengetahuan pengguna.
Masalah Transparansi
Pengamat teknologi menilai tindakan ini mencederai kepercayaan konsumen. Motorola melakukan modifikasi di latar belakang tanpa memberikan notifikasi jelas kepada pemilik perangkat.
>>> BTS Kecam Praktik Kenaikan Harga Hotel di Busan Jelang Konser
Skandal ini pun memicu perdebatan mengenai etika bisnis produsen ponsel.
Dampak Privasi
Praktik ini berpotensi mengekspos data kebiasaan belanja konsumen ke pihak ketiga. Pengguna kini harus lebih waspada terhadap aplikasi bawaan pabrik.
>>> iOS 26.6 Beta Hadirkan Peringatan Batas Blokir Kontak, Bukan Solusi Spam
Hingga saat ini, Motorola belum memberikan klarifikasi resmi. Sebaiknya segera periksa izin aplikasi belanja untuk mengamankan data pribadi dari pelacakan liar.