Anggota BTS secara terbuka mengkritik dugaan kenaikan harga akomodasi di Busan. Mereka mengeluarkan peringatan langsung kepada pemilik usaha yang menaikkan tarif kamar jelang konser grup tersebut bulan depan.
Dalam siaran langsung di platform penggemar Weverse pada Selasa, pemimpin BTS RM mengungkapkan frustrasinya. "Ada banyak berita mengenai akomodasi.
>>> iOS 26.6 Beta Hadirkan Peringatan Batas Blokir Kontak, Bukan Solusi Spam
Rasanya tidak enak," kata RM.
Meskipun mengakui bahwa tarif kamar secara alami berfluktuasi antara musim ramai dan sepi, ia mendesak pemilik usaha untuk menahan diri.
Ia berkata dalam dialek Busan, "Jangan berlebihan."
Rekan satu grupnya, Suga dan Jimin yang berasal dari Busan, setuju dengan kekhawatirannya. Mereka mengatakan bahkan kerabat mereka sendiri kesulitan mencari kamar.
Mereka mempertanyakan apakah memungut biaya beberapa kali lipat dari tarif biasa terlalu ekstrem.
>>> Raffi Ahmad Menangis Haru di Arafah Saat Ibadah Haji
Pernyataan ini menyusul reaksi keras daring terhadap dugaan kenaikan harga di Busan.
Penggemar mengkritik kasus di mana beberapa akomodasi menaikkan tarif hingga ratusan ribu atau bahkan jutaan won per malam selama pekan konser.
BTS dijadwalkan menggelar konser pada 12 dan 13 Juni untuk tur dunia "ARIRANG".
Beberapa bisnis diduga membatalkan reservasi yang ada hanya untuk menjual kembali kamar yang sama dengan harga lebih tinggi.
Pengawas pemerintah juga melacak kenaikan tarif akomodasi yang meroket di Busan.
>>> Intip Spesifikasi Baseus 30W Power Bank 20.000mAh, Bisa Cas 4 HP Sekaligus
Menurut survei Korea Consumer Agency pada Februari, tarif kamar di Busan selama pekan konser meningkat hingga 7,5 kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya dan sesudahnya.
