unique visitors counter
⌂ Beranda News Lebih Banyak Warga AS Alami Kelaparan Dibanding Saat Pandemi

Lebih Banyak Warga AS Alami Kelaparan Dibanding Saat Pandemi

Lebih Banyak Warga AS Alami Kelaparan Dibanding Saat Pandemi
Warga antre menerima bantuan makanan di Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

WASHINGTON - Lebih banyak warga Amerika Serikat mengalami kelaparan tahun ini dibandingkan saat puncak pandemi Covid-19, menurut laporan Federal Reserve Bank of New York pada Rabu.

Survei terhadap sekitar 1.200 kepala rumah tangga AS pada Februari menanyakan apakah mereka menggunakan tabungan atau dana darurat untuk menutupi pengeluaran, kesulitan mendapatkan makanan, anak-anak yang melewatkan waktu makan, atau menerima bantuan pangan.

>>> PBB: Bumi Akan Terus Pecahkan Rekor Suhu dalam 5 Tahun ke Depan

IN2

“Ada peningkatan signifikan dalam jumlah rumah tangga yang melaporkan mengalami empat situasi tersebut,” kata New York Fed.

“Kami menemukan peningkatan luar biasa dalam kerawanan pangan, terutama di kalangan rumah tangga berpendidikan rendah, berpenghasilan rendah, dan memiliki anak kecil.”

Survei dilakukan sebelum perang Iran yang menaikkan harga bahan makanan di AS ke level tertinggi sejak 2023.

in2

Lebih dari sepertiga rumah tangga mengatakan mereka menggunakan tabungan untuk bertahan hidup, naik dari 21,8 persen pada Juni 2020.

Pada bulan itu, jumlah penerima tunjangan pengangguran di AS mencapai puncaknya lebih dari 33 juta orang saat puncak penghentian aktivitas akibat pandemi.

>>> Iran dan AS Saling Serang Setelah Trump Tolak Kesepakatan Hormuz

Pandemi mengguncang ekonomi global dan membuat pembeli berebut mengosongkan rak toko, memicu lonjakan harga produk di semua sektor.

Sepuluh persen rumah tangga dalam survei tahun ini mengatakan mereka tidak memiliki cukup makanan atau anak-anak melewatkan waktu makan, naik dari empat persen pada Juni 2020.

Lebih dari 15 persen mengatakan mereka menerima sumbangan makanan, naik dari 10,6 persen.

New York Fed mengatakan konsumen “pesimis tentang kondisi keuangan dan prospek mereka sendiri.”

“Tingkat sentimen konsumen saat ini… telah turun mendekati atau di bawah level rendah yang terlihat selama Resesi Hebat dan pandemi,” tambahnya.

>>> Kuwait Diserang Rudal dan Drone saat Gencatan Senjata Iran Masih Rawan

“Meskipun banyak rumah tangga baik-baik saja dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan terus berkembang dengan laju yang solid, sebagian besar populasi menghadapi tingkat kerawanan ekonomi dan tekanan keuangan yang tinggi, dan sentimen konsumen secara keseluruhan telah turun ke level rendah.”

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru