Di balik ambisi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi, mesin pertumbuhan Indonesia mulai menunjukkan gejala kehilangan tenaga.
Sejumlah indikator ekonomi terbaru mengisyaratkan perlambatan.
Pemicunya bukan hanya tekanan eksternal seperti pelemahan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, tetapi juga indikasi melemahnya permintaan domestik yang selama ini menjadi penopang utama.
Kontraksi Manufaktur
Sinyal pertama datang dari sektor manufaktur.
Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia anjlok ke level 46,9, jauh di bawah ambang batas 50 yang memisahkan fase ekspansi dan kontraksi.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas industri mengalami penyusutan. Produksi, pesanan baru, hingga tingkat utilisasi kapasitas pabrik menurun.
Pelemahan ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap produk manufaktur, baik dari pasar domestik maupun ekspor, tidak lagi sekuat beberapa bulan sebelumnya.