Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi proyeksi sejumlah lembaga asing terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Ia menilai perekonomian domestik masih berada dalam tren positif. Pemerintah tetap menjalankan program untuk mendorong pertumbuhan mencapai target 5,4% di akhir tahun.
>>> Realme Narzo 100x 5G Resmi Meluncur 15 Juli, Bawa Baterai 8.000mAh dan Fitur AI Google Gemini
Proyeksi IMF dan Lembaga Lain
Dalam laporan terbaru, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5%. Angka itu naik tipis menjadi 5,1% pada 2027.
Sementara itu, perekonomian global diperkirakan tumbuh 3% di 2026 dan meningkat menjadi 3,4% di 2027.
“Dari berbagai lembaga baik itu IMF, Bank Dunia, maupun OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita masih dalam range sekitar 5%.
Jadi relatif semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid,” kata Airlangga di kantornya, Jumat (10/7/2026).
>>> iQoo Siapkan Penerus Z10 Lite dengan Baterai Lebih Besar dan Pengisian 44W
Data Pertumbuhan dan Neraca Dagang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal I-2026.
Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.447,7 triliun.
Namun, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit ini menjadi yang pertama setelah enam tahun berturut-turut surplus.
>>> Penjualan Motor Juni 2026 Capai 515.136 Unit, Naik 7,46%
Neraca perdagangan migas defisit US$3,76 miliar, sementara nonmigas surplus US$2,15 miliar.
