Amerika Serikat menegaskan bahwa perundingan dengan Iran mengenai kesepakatan damai permanen masih berlanjut.
Hal ini disampaikan seorang pejabat AS pada Kamis, 10 Juli 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Pejabat tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa AS tetap berkomitmen pada solusi diplomatik. Ia menjelaskan bahwa pembahasan yang berlangsung saat ini bersifat teknis.
Pernyataan itu diharapkan dapat meredakan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka kembali. Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap sasaran militer Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan, termasuk di Kuwait dan Bahrain.
Bentrokan ini menunjukkan rapuhnya gencatan senjata sementara yang ditandatangani kedua negara pada pertengahan Juni.
Ancaman aksi balasan dari kedua pihak masih terus berlanjut. Meski demikian, AS menegaskan bahwa jalur diplomatik tetap terbuka.