Amerika Serikat menegaskan bahwa perundingan dengan Iran mengenai kesepakatan damai permanen masih berlanjut.
Hal ini disampaikan seorang pejabat AS pada Kamis, 10 Juli 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
>>> Realme Narzo 100x 5G Resmi Meluncur 15 Juli, Bawa Baterai 8.000mAh dan Fitur AI Google Gemini
Pejabat tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa AS tetap berkomitmen pada solusi diplomatik. Ia menjelaskan bahwa pembahasan yang berlangsung saat ini bersifat teknis.
Pernyataan itu diharapkan dapat meredakan kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka kembali. Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap sasaran militer Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
>>> iQoo Siapkan Penerus Z10 Lite dengan Baterai Lebih Besar dan Pengisian 44W
Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan, termasuk di Kuwait dan Bahrain.
Bentrokan ini menunjukkan rapuhnya gencatan senjata sementara yang ditandatangani kedua negara pada pertengahan Juni.
>>> Penjualan Motor Juni 2026 Capai 515.136 Unit, Naik 7,46%
Ancaman aksi balasan dari kedua pihak masih terus berlanjut. Meski demikian, AS menegaskan bahwa jalur diplomatik tetap terbuka.

