Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga Teluk pada Kamis (9/7/2026).
Serangan ini merupakan balasan atas serangan AS ke provinsi-provinsi pesisir selatan dan timur Iran, yang semakin menekan gencatan senjata yang baru berusia tiga minggu.
Iran juga bersiap memakamkan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei di tempat suci termulia di Mashhad, timur laut Iran, pada hari yang sama.
Pemakaman ini menjadi puncak dari rangkaian prosesi pemakaman massal dan demonstrasi selama sepekan. Khamenei tewas dalam serangan udara AS pada hari pertama perang, 28 Februari.
Angkatan udara Iran menerbangkan jet MiG-29 untuk mengamankan langit di atas prosesi pemakaman di Mashhad, demikian dilaporkan kantor berita Fars.
Serangan Balasan Iran
Tentara Iran dalam pernyataan yang dirilis media pemerintah mengatakan telah melancarkan serangan terhadap sistem Patriot AS di Kuwait, situs peringatan dini di Qatar (antena satelit), dan depot bahan bakar tentara AS di Bahrain.
Kuwait mengatakan angkatan bersenjatanya telah menghadapi satu rudal jelajah, tiga rudal balistik, dan 10 drone di wilayah udaranya, dan satu orang terluka akibat pecahan peluru.
Sirine juga berbunyi di Yordania pada Kamis setelah rudal yang diluncurkan dari Iran terdeteksi di wilayah udara Yordania, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah.
Delapan rudal berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.
Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di kawasan dan sering menjadi mediator antara Washington dan lawan-lawannya termasuk Teheran, menyerukan kembali ke jalur diplomasi.
Dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani juga mengecam serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Serangan AS dan Dampaknya
Militer AS mengatakan pada Rabu bahwa serangan terbarunya terhadap Iran bertujuan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka setelah Iran menyerang tiga kapal tanker di kawasan tersebut.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia yakin gencatan senjata sementara dengan Iran sudah berakhir.
Pejabat Iran mengatakan serangan AS telah menewaskan 14 orang dan melukai 78 orang di lima provinsi pada 8-9 Juli, demikian dilaporkan media pemerintah.
Fars melaporkan satu serangan AS menghantam jembatan kereta api yang digunakan untuk perdagangan dengan Rusia dan Cina.
Beberapa ledakan terdengar pada Kamis pagi di provinsi Bushehr Iran dan di Bandar Abbas, kota pelabuhan di Selat Hormuz di pantai selatan Iran, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Mehr.
Bushehr adalah lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Rusia. Seorang pejabat setempat kemudian mengatakan kepada media pemerintah bahwa proyektil AS telah mengenai area perimeter fasilitas tersebut.
Perimeter itu sudah beberapa kali terkena serangan selama konflik saat ini sebelum gencatan senjata 8 April.
Serangan AS juga menghantam situs militer dan dermaga perikanan di provinsi Bushehr, kata wakil gubernurnya, meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Rabu bahwa pasukannya telah menyerang sekitar 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, dan infrastruktur logistik militer di sepanjang garis pantai Iran.
CENTCOM menyatakan bahwa AS meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi baru-baru ini terhadap pelayaran komersial dan awak sipil yang bebas bernavigasi di jalur air internasional yang vital.
Trump menulis di platform Truth Social pada Rabu bahwa serangan itu adalah pembalasan atas pemboman kapal oleh Iran sehari sebelumnya, dan memperingatkan akan ada konsekuensi yang lebih buruk jika terulang.
Namun, pemimpin AS yang menghadiri KTT NATO di Turki itu juga mengatakan dia tidak berpikir serangan militer terbaru akan meningkat menjadi konflik skala penuh dengan Iran.
Trump mengatakan kepada wartawan di Ankara bahwa apa pun yang terjadi akan berlangsung sangat cepat dan hanya akan membuat segalanya lebih aman, termasuk untuk minyak.
Ditanya sebelum KTT NATO pada Rabu apakah nota kesepahaman dengan Iran sudah berakhir, Trump mengatakan dia pikir sudah berakhir dan tidak ingin berurusan dengan mereka.
Trump kemudian mengatakan bahwa jika AS membuat kesepakatan dengan Iran, dia tidak yakin kesepakatan itu akan bertahan.
Harga minyak yang sempat melonjak karena kekhawatiran dampak serangan baru terhadap pasokan global, turun kembali pada Kamis karena investor mempertimbangkan apakah eskalasi ini bersifat taktis dan sementara atau mungkin menandakan keruntuhan total gencatan senjata.
Selat Hormuz menangani sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang pecah pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Teheran sejak itu mengambil kendali efektif atas selat tersebut, memungkinkannya memaksakan kebuntuan dalam konfrontasinya dengan militer paling kuat di dunia.
Negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menulis di X bahwa AS belum belajar bahwa intimidasi dan pengingkaran komitmen tidak lagi tanpa biaya.
Dia menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali berdasarkan pengaturan Iran, bukan melalui ancaman AS.