unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi

Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi

Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi
Ilustrasi: Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi
A A Ukuran Teks16px

Trump menulis di platform Truth Social pada Rabu bahwa serangan itu adalah pembalasan atas pemboman kapal oleh Iran sehari sebelumnya, dan memperingatkan akan ada konsekuensi yang lebih buruk jika terulang.

Namun, pemimpin AS yang menghadiri KTT NATO di Turki itu juga mengatakan dia tidak berpikir serangan militer terbaru akan meningkat menjadi konflik skala penuh dengan Iran.

Trump mengatakan kepada wartawan di Ankara bahwa apa pun yang terjadi akan berlangsung sangat cepat dan hanya akan membuat segalanya lebih aman, termasuk untuk minyak.

Ditanya sebelum KTT NATO pada Rabu apakah nota kesepahaman dengan Iran sudah berakhir, Trump mengatakan dia pikir sudah berakhir dan tidak ingin berurusan dengan mereka.

Trump kemudian mengatakan bahwa jika AS membuat kesepakatan dengan Iran, dia tidak yakin kesepakatan itu akan bertahan.

Harga minyak yang sempat melonjak karena kekhawatiran dampak serangan baru terhadap pasokan global, turun kembali pada Kamis karena investor mempertimbangkan apakah eskalasi ini bersifat taktis dan sementara atau mungkin menandakan keruntuhan total gencatan senjata.

in2

Selat Hormuz menangani sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang pecah pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Teheran sejak itu mengambil kendali efektif atas selat tersebut, memungkinkannya memaksakan kebuntuan dalam konfrontasinya dengan militer paling kuat di dunia.

Negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menulis di X bahwa AS belum belajar bahwa intimidasi dan pengingkaran komitmen tidak lagi tanpa biaya.

>>> Kaca Gedung BGN Pecah, Polisi Pastikan Bukan Teror

Dia menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali berdasarkan pengaturan Iran, bukan melalui ancaman AS.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot