unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi

Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi

Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi
Ilustrasi: Iran Serang Target Militer AS di Teluk, Bersiap Makamkan Pemimpin Tertinggi
A A Ukuran Teks16px

Serangan AS dan Dampaknya

Militer AS mengatakan pada Rabu bahwa serangan terbarunya terhadap Iran bertujuan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka setelah Iran menyerang tiga kapal tanker di kawasan tersebut.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia yakin gencatan senjata sementara dengan Iran sudah berakhir.

Pejabat Iran mengatakan serangan AS telah menewaskan 14 orang dan melukai 78 orang di lima provinsi pada 8-9 Juli, demikian dilaporkan media pemerintah.

Fars melaporkan satu serangan AS menghantam jembatan kereta api yang digunakan untuk perdagangan dengan Rusia dan Cina.

Beberapa ledakan terdengar pada Kamis pagi di provinsi Bushehr Iran dan di Bandar Abbas, kota pelabuhan di Selat Hormuz di pantai selatan Iran, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Mehr.

>>> Laptop atau Tablet? Ini Pertimbangan Sebelum Membeli di 2026

in2

Bushehr adalah lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Rusia. Seorang pejabat setempat kemudian mengatakan kepada media pemerintah bahwa proyektil AS telah mengenai area perimeter fasilitas tersebut.

Perimeter itu sudah beberapa kali terkena serangan selama konflik saat ini sebelum gencatan senjata 8 April.

Serangan AS juga menghantam situs militer dan dermaga perikanan di provinsi Bushehr, kata wakil gubernurnya, meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada Rabu bahwa pasukannya telah menyerang sekitar 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, dan infrastruktur logistik militer di sepanjang garis pantai Iran.

CENTCOM menyatakan bahwa AS meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi baru-baru ini terhadap pelayaran komersial dan awak sipil yang bebas bernavigasi di jalur air internasional yang vital.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot