Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) triwulan III 2026 akan dimulai pada 20 Juli 2026.
Proses penyaluran dijadwalkan berlangsung hingga September 2026. Saat ini pemerintah tengah merampungkan verifikasi data agar bantuan tepat sasaran.
>>> Kritik untuk Sekolah Soal Video Perkenalan Diri MPLS di Medsos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima data terbaru calon penerima dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk dibersihkan terlebih dahulu.
"Kami sudah menerima data terbaru dari BPS dan saat ini sedang melakukan proses cleansing.
Mudah-mudahan dalam dua sampai tiga hari ke depan prosesnya selesai, sehingga mulai 20 Juli bantuan bisa disalurkan," ujar Saifullah Yusuf.
Perubahan komposisi penerima bantuan terjadi akibat pemutakhiran data. Sejumlah keluarga baru masuk sebagai penerima manfaat, sementara sebagian lainnya dicoret karena tidak lagi memenuhi kriteria.
>>> Produksi Minyak Rusia Anjlok ke Level Terendah dalam 2,5 Tahun
Proses pembaruan ini melibatkan pendataan berjenjang dari tingkat RT/RW, operator desa, Dinas Sosial, hingga kepala daerah.
Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi provinsi paling aktif dalam pemutakhiran data.
"Tujuan utama pemutakhiran data adalah memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," kata Saifullah Yusuf.
Selain penyaluran bansos, Kemensos mengarahkan program ini sebagai jalan kemandirian ekonomi melalui konsep pemberdayaan. Targetnya, 150 ribu keluarga penerima manfaat pada tahun 2026.
>>> Jadwal Tayang Kung Fu Soccer di Indonesia: Simak Spoiler dan Informasinya
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo agar bantuan sosial tidak sekadar bersifat konsumtif, melainkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui pelatihan keterampilan dan dukungan modal usaha.
