unique visitors counter
⌂ Beranda News Serangan Israel Tewaskan 14 Orang di Lebanon Selatan Jelang Pembicaraan Washington

Serangan Israel Tewaskan 14 Orang di Lebanon Selatan Jelang Pembicaraan Washington

Serangan Israel Tewaskan 14 Orang di Lebanon Selatan Jelang Pembicaraan Washington
Bangunan hancur akibat serangan udara Israel di Tyre, Lebanon
A A Ukuran Teks16px

Militer Israel pada Kamis pagi melancarkan serangan ke kota Tyre, Lebanon, menewaskan sedikitnya 14 orang di selatan negara itu.

Eskalasi ini terjadi menjelang pembicaraan penting di Washington.

>>> Lebih Banyak Warga AS Alami Kelaparan Dibanding Saat Pandemi

IN2

Korban tewas termasuk lima wanita dan anak-anak serta seorang tentara Lebanon. Puluhan lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon dan Badan Berita Nasional.

Seorang tentara Israel tewas dalam serangan drone Hizbullah di Israel utara, kata militer Israel.

Peningkatan Serangan

Intensifikasi serangan terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan perluasan serangan di Lebanon.

in2

Hal ini dipicu oleh penggunaan drone peledak serat optik oleh Hizbullah yang menyerang pasukan Israel di Lebanon dan mencapai kota-kota perbatasan utara Israel.

Pejabat militer Lebanon dan Israel dijadwalkan mengadakan pembicaraan keamanan pertama mereka pada Jumat di Washington.

Pembicaraan ini memperpanjang gencatan senjata nominal yang berlaku sejak 17 April, meskipun serangan terus meningkat.

Hizbullah menolak pembicaraan tersebut dan mendukung sekutu utamanya, Iran, yang menjadikan penghentian perang di Lebanon sebagai syarat untuk pembicaraannya sendiri dengan Washington.

Serangan di Tyre dan Sidon

Sebelum serangan Kamis, juru bicara militer Israel Avichay Adraee memperingatkan delapan bangunan di kota pesisir Tyre dan sekitarnya.

Banyak warga telah meninggalkan daerah itu.

Di kota Sidon, sebuah drone Israel menyerang gedung apartemen tempat tinggal keluarga pengungsi, menewaskan lima orang dan melukai 21 lainnya, termasuk lima anak-anak.

Di antara korban tewas adalah Hossan Zeidan, mantan koresponden televisi al-Aalam Iran.

>>> PBB: Bumi Akan Terus Pecahkan Rekor Suhu dalam 5 Tahun ke Depan

Mohammad Al-Gharbi, yang tinggal di seberang jalan, terbangun karena suara ledakan. “Saya di kamar ketika bagian dinding dan pecahan kaca jatuh menimpa saya, semuanya kacau,” katanya.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru