Sesi ini dirancang sebagai forum terbuka yang membahas proses kreatif, tantangan berkarya di era industri konten saat ini, serta perjalanan karier di dunia film dan broadcasting.
Di samping pemutaran, acara ini sekaligus menjadi kompetisi internal untuk menentukan film pendek terbaik. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif oleh dewan juri yang berkompeten di bidangnya.
Tim juri terdiri dari Head of Creative Amadeus Sinemagna Eric Tiwa, Dosen dan Ketua Program Studi Penyiaran Multimedia Vokasi UI Peny Hutabarat, Dosen Program Studi Penyiaran Multimedia Vokasi UI M.
Dicka Ma'arief, Anggota Senat Akademik UI dan pegiat seni Yugo Isal, serta Dimas Aditya.
Aspek yang dinilai mencakup kekuatan narasi, sinematografi, penyutradaraan, dan dampak pesan terhadap penonton. Pengumuman film terbaik akan dilakukan pada akhir sesi penayangan.
“VOCAST CINEMA merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi mahasiswa Program Studi Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yang mendorong mahasiswa untuk memahami teori, dan juga mampu memproduksi karya nyata yang siap ditampilkan kepada publik,” imbuh rilis resmi.
VOCAST CINEMA 2026 menjadi bukti bahwa karya mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas.
>>> Rafathar Akui Suka Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' saat Video Call dengan Menteri ESDM
Dengan panggung nyata dan penonton langsung, acara ini menempatkan sinematografi mahasiswa Vokasi UI sebagai bagian dari percakapan budaya yang lebih luas.