Qualcomm resmi memperkenalkan Snapdragon C, chip ARM entry-level yang dirancang khusus untuk perangkat Windows 11. Chip ini dibanderol mulai sekitar Rp4,8 jutaan atau setara US$300.
Snapdragon C menargetkan segmen laptop ringan yang mengutamakan efisiensi daya. Performanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti produktivitas dasar dan konsumsi media.
>>> OnePlus 16 Resmi Pakai Snapdragon 8 Gen 6 Pro dan Kamera 200MP
Fokus pada Daya Tahan Baterai
Keunggulan utama Snapdragon C adalah konsumsi daya yang rendah. Perangkat yang menggunakannya dapat bertahan sepanjang hari dengan sekali pengisian baterai.
Hal ini menjadikannya pilihan menarik bagi pelajar, pekerja kantoran dengan aktivitas ringan, dan pengguna rumahan yang mengutamakan mobilitas.
Spesifikasi dan Dukungan Produsen
Meski detail teknis belum sepenuhnya diungkap, Snapdragon C dilengkapi unit pemrosesan neural (NPU) untuk mendukung kecerdasan buatan. Namun, chip ini belum memenuhi standar Copilot+ PC.
>>> WWDC 2026 Jadi Sejarah: Apple Ganti CEO dan Rilis Siri Pintar di iOS 27
Snapdragon C tidak menggunakan inti prosesor Oryon yang lebih canggih. Performanya difokuskan pada tugas ringan, dan perangkat yang memakainya kemungkinan dibekali RAM 4GB hingga 8GB.
Qualcomm menggandeng Acer, HP, dan Lenovo untuk menghadirkan perangkat Windows 11 low-end dengan chip ini. Produsen dapat menawarkan laptop dengan harga kompetitif sebagai alternatif Chromebook dan MacBook Neo.
Kehadiran di Indonesia
Bagi konsumen Indonesia, Snapdragon C dapat menjadi pilihan laptop Windows 11 terjangkau dengan daya tahan baterai lama. Chip ini cocok untuk pelajar, pekerja kreatif, dan pelaku UMKM.
>>> Boogle, Penjahat Sesungguhnya dalam Film Animasi Swapped
Perangkat dengan Snapdragon C diperkirakan hadir pada tahun 2026 di pasar global. Konsumen Indonesia dapat mengantisipasi laptop ARM dengan harga lebih ramah di kantong.
