Pemerintah Irak mengerahkan ribuan truk untuk mengangkut minyak bakar melalui Suriah. Langkah ini mengalihkan aliran pasokan menjauhi Selat Hormuz.
Dalam hitungan bulan, Suriah berubah dari tidak mengekspor minyak menjadi menyumbang lebih dari seperempat volume ekspor Timur Tengah.
Pasokan tiba dengan truk yang membutuhkan waktu sekitar empat hari mencapai pelabuhan Suriah di Laut Mediterania.
Hal ini menyoroti bagaimana perang di Iran mengubah aliran energi di kawasan tersebut. Negara-negara Teluk Persia mencari cara mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.
Upaya itu termasuk melalui pipa yang sudah ada atau baru serta perluasan infrastruktur di pelabuhan di luar jalur perairan tersebut.
Konflik yang memanas kembali memengaruhi pergerakan kargo bahan bakar.
Selat Hormuz biasanya menyumbang sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Rute alternatif seperti melalui Suriah semakin penting.