Autopsy: Dead Body Can Talk menjadi film Indonesia terbaru yang mengangkat kisah nyata perjalanan karier dokter spesialis forensik kepolisian, Sumy Hastry Purwanti.
Film ini dibintangi Masayu Anastasia sebagai dr. Sumy Hastry, didampingi Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, Riyuka Bunga, dan Indra Frimawan.
Disutradarai Ozan Ruz, film ini tidak mengusung formula horor supranatural konvensional.
Autopsy justru berfokus pada ketegangan psikologis serta proses investigasi ilmiah yang dilakukan tokoh utamanya.
Kisah dr. Sumy Hastry dalam Autopsy
dr. Sumy Hastry digambarkan sebagai dokter forensik yang mendedikasikan hidupnya mengungkap kebenaran di balik kematian tidak wajar.
Ia mengandalkan bukti ilmiah dan analisis medis dalam setiap penyelidikan.
Namun, saat menangani kasus mutilasi perempuan tanpa identitas, Hastry mulai mengalami firasat dan menemukan petunjuk misterius.
Petunjuk tersebut sulit dijelaskan secara logika maupun ilmu forensik.
Dalam penyelidikan, Hastry didampingi asistennya, Yatna (Riyuka Bunga), dan Mojo (Ge Pamungkas), seorang pembuat film dokumenter.
Bersama-sama, mereka berusaha mengungkap berbagai kasus kematian misterius.
Di sisi lain, metode Hastry mendapat keraguan dari penyidik kepolisian bernama Rendra (Teuku Rifnu Wikana).
Rendra lebih memilih berpegang pada bukti fisik dan fakta konkret.
Ketika menangani kasus kematian anak bernama Dara hingga proses ekshumasi dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, intuisi Hastry semakin diuji.
Ia harus menghadapi persoalan yang menguji integritas, kehidupan keluarga, dan kredibilitas profesionalnya.
Hastry berusaha membuktikan bahwa sains dan nurani dapat berjalan beriringan dalam menegakkan keadilan.