unique visitors counter
⌂ Beranda News Pentagon Tarik Sementara Pedoman Skrining Testosteron untuk Pasukan AS
News

Pentagon Tarik Sementara Pedoman Skrining Testosteron untuk Pasukan AS

Gedung Pentagon di Washington DC
Pentagon Tarik Sementara Pedoman Skrining Testosteron untuk Pasukan AS
A A Ukuran Teks16px

Pentagon untuk sementara menarik pedoman klinis yang baru diterbitkan terkait kebijakan skrining wajib kekurangan testosteron bagi personel militer berusia 30 tahun ke atas.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi hal ini kepada Reuters pada Kamis.

Pada Rabu, Pentagon mengunggah dokumen berjudul "Clinical Guidance for Health and Human Performance Optimization" di situsnya.

Namun, pada Kamis, memo dan pernyataan pendamping dari juru bicara Sean Parnell telah dihapus.

"Draf (dokumen) yang diterbitkan pada 2 September 2026 telah ditarik sementara untuk memungkinkan pembaruan," kata pejabat tersebut. Ia menambahkan bahwa pedoman sementara tetap berlaku.

Pedoman klinis terperinci itu sebelumnya menguraikan jalur skrining kekurangan testosteron yang terpisah untuk pria dan wanita. Skrining tersebut direncanakan dilakukan selama penilaian kesehatan tahunan mereka.

Pedoman itu rencananya langsung berlaku. Pentagon menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesiapan militer dengan mengidentifikasi dan mengelola masalah hormonal serta ketersediaan energi.

Saat tautan untuk memo dan pernyataan diklik, muncul pesan "Halaman Tidak Ditemukan" di situs web Pentagon dan Badan Kesehatan Pertahanan.

Pedoman Rabu menyebutkan bahwa pria berusia 30 tahun ke atas akan diskrining melalui kuesioner yang kemudian dapat memicu tes darah untuk kadar testosteron.

Jika diperlukan, terapi hormon testosteron dapat diberikan.

Wanita juga akan diskrining melalui kuesioner, yang kemudian dapat berlanjut ke perawatan untuk kondisi terkait ketidakseimbangan hormon.

Testosteron hanya akan digunakan pada wanita untuk salah satu diagnosis yang memiliki bukti efektivitas, seperti Gangguan Hasrat Seksual Hiposeksual.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang mempromosikan penggunaan testosteron, mengumumkan mandat skrining ini pada Juli. Langkah itu menimbulkan pertanyaan di kalangan ahli tentang dasar ilmiah kebijakan tersebut.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) berencana mengadakan pertemuan para ahli pada pertengahan September untuk membahas penggunaan medis testosteron.

Para dokter menyuarakan kekhawatiran bahwa tes testosteron yang luas dapat menyebabkan perawatan yang tidak perlu atau berpotensi berbahaya.

Mereka menilai sedikit bukti bahwa skrining universal untuk testosteron rendah di kalangan personel militer akan meningkatkan kesiapan tempur AS.

📰 Update Terbaru