unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Jam Sekolah SMP dan SMA Sebaiknya Dimulai Setelah 08.30? Ini Kata Studi
Lifestyle

Jam Sekolah SMP dan SMA Sebaiknya Dimulai Setelah 08.30? Ini Kata Studi

Remaja tidur di kelas karena kurang tidur
Jam Sekolah SMP dan SMA Sebaiknya Dimulai Setelah 08.30? Ini Kata Studi
A A Ukuran Teks16px

Masa pubertas mengubah ritme sirkadian remaja, membuat mereka cenderung tidur dan bangun lebih larut.

Namun, jam sekolah yang terlalu pagi memaksa mereka bangun lebih awal dari jam biologis alaminya.

Akibatnya, banyak remaja tidur larut di akhir pekan untuk mengejar kekurangan tidur. Fenomena ini dikenal sebagai 'social jetlag' atau perbedaan jadwal tidur antara hari sekolah dan akhir pekan.

Studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Sleep Medicine Reviews menemukan bahwa social jetlag berkaitan dengan kecemasan pada remaja.

Peneliti dari University of Southampton meninjau 18 studi tentang hubungan ini.

Meta-analisis terhadap 12 studi dengan 235.526 remaja menunjukkan bahwa semakin besar perbedaan jadwal tidur, semakin tinggi tingkat kecemasan yang dilaporkan.

Meski hubungannya kecil, hasil ini signifikan secara statistik.

Peneliti mengingatkan bahwa studi ini hanya menemukan kaitan, bukan membuktikan bahwa social jetlag secara langsung menyebabkan kecemasan. Namun, mereka menekankan pentingnya menjaga jadwal tidur yang konsisten sepanjang minggu.

Mereka juga menyarankan agar jam sekolah dipertimbangkan ulang seiring perubahan biologis pola tidur remaja.

Di Amerika Serikat, organisasi medis besar telah lama merekomendasikan agar sekolah menengah dimulai tidak lebih awal dari pukul 08.30.

American Academy of Pediatrics dan American Academy of Sleep Medicine (AASM) sama-sama merekomendasikan jam mulai sekolah pada atau setelah pukul 08.30.

AASM menyarankan remaja usia 13-18 tahun tidur 8-10 jam per hari.

Selama pubertas, perubahan biologis menggeser ritme sirkadian remaja menjadi lebih lambat. Mereka secara alami merasa mengantuk lebih larut malam dan bangun lebih siang.

Para ahli mengatakan bahwa sekadar menyuruh remaja tidur lebih awal mungkin tidak cukup untuk memastikan mereka cukup tidur.

Tidur yang cukup juga penting untuk perkembangan otak remaja yang masih berlangsung.

Pada masa remaja, fungsi otak yang terkait pembelajaran, memori, regulasi emosi, dan pengambilan keputusan terus berkembang.

Tidur nyenyak berperan penting dalam mengonsolidasi dan menyimpan informasi yang diperoleh sepanjang hari.

Sebaliknya, kurang tidur dapat berdampak negatif pada konsentrasi, belajar, memori, serta regulasi emosi, kontrol impuls, dan penilaian.

Oleh karena itu, penyesuaian jam sekolah menjadi salah satu solusi yang disorot para peneliti.

📰 Update Terbaru