Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan penggantian nama Selat Hormuz menjadi 'Trump Strait'. Usulan itu disampaikan melalui platform Truth Social pada Rabu (3/9/2026).
Trump menulis, 'Sekarang kita memegang kendali atas kawasan itu, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi TRUMP STRAIT???
>>> AS Pertimbangkan Desain Kapal Perang dari Korsel, Jepang, dan Turki
Seperti Amerika sendiri, akan lebih 'panas' dari sebelumnya!'
Langkah ini merupakan yang terbaru dari serangkaian usulan perubahan nama geografis oleh Trump.
Sebelumnya, ia memerintahkan penggantian nama Danau Ontario menjadi 'Lake America' sepekan lalu di tengah perang dagang dengan Kanada.
Trump juga telah mengganti nama Teluk Meksiko menjadi 'Teluk Amerika' pada hari pertama kembali menjabat pada Januari 2025.
>>> LP Model A Diterbitkan Polda Metro untuk Ungkap Kematian Warga
Baik Meksiko maupun Kanada tidak menerima perubahan tersebut.
Banyak perubahan nama sebelumnya berawal dari pernyataan yang tampak bercanda oleh presiden berusia 80 tahun itu, namun kemudian ia menindaklanjutinya menjadi kenyataan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali menekankan ancaman untuk mengklaim kedaulatan atas Selat Hormuz. Ia bahkan mengunggah peta yang menunjukkan jalur air tersebut sebagai 'wilayah baru AS'.
Namun, Iran telah menutup jalur penting yang dilalui seperlima minyak dunia itu sebagai pembalasan atas perang yang dimulai Trump bersama Israel pada akhir Februari.
>>> Megathrust Selatan Jawa: Jakarta Berpotensi Guncang Kuat dan Tsunami Kecil
Harga minyak kembali naik setelah pasukan AS melancarkan serangan baru di dekat Selat Hormuz pada Selasa. Serangan itu merupakan respons atas dugaan upaya penanaman ranjau baru oleh Iran.
