Jakarta menargetkan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai Ancol yang digelar November 2026 tidak hanya menjadi ajang peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah dalam press gathering bertema "Bergerak Untuk Jakarta Juara" di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Andri menuturkan, olahraga memiliki efek berganda terhadap berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pembentukan karakter, hingga perekonomian.
Karena itu, penyelenggaraan PON Pantai di Ancol harus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
"Olahraga memiliki dampak yang jauh lebih luas dari sekadar mengejar prestasi atau menjaga kesehatan.
Olahraga juga mampu memberikan efek berganda bagi ekonomi, pendidikan hingga pembentukan karakter anak bangsa," ujar Andri.
Menurut dia, PON Pantai Ancol harus memenuhi empat indikator keberhasilan, yakni sukses prestasi, penyelenggaraan, administrasi, dan ekonomi.
"PON Pantai harus sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, dan sukses ekonomi. Jakarta punya cita-cita menjadi pusat olahraga untuk gerakan perekonomian," katanya.
Persiapan Menuju PON 2028
Ketua Umum KONI DKI Jakarta Prof Dr Hidayat Humaid mengatakan, penyelenggaraan PON Pantai Ancol juga menjadi bagian dari persiapan Jakarta menuju PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
KONI DKI terus berkolaborasi dengan Dispora DKI, DPRD, cabang olahraga, atlet, dan pelatih untuk meningkatkan prestasi olahraga Ibu Kota.
"Bergerak Untuk Jakarta Juara adalah komitmen KONI DKI untuk mewujudkan harapan warga Jakarta yang merindukan menjadi Juara Umum PON 2028.
KONI terus bergerak dan ini menjadi PR dan tantangan kita bersama untuk mewujudkan Juara Umum," tegas Hidayat.