Nvidia baru saja mengumumkan RTX Spark, chip super berbasis ARM untuk laptop Windows. Langkah ini langsung mendapat sambutan dari Qualcomm, yang selama bertahun-tahun menjadi pionir di ekosistem ARM.
Kedar Kondap, SVP of Computing Qualcomm, menyambut hangat kehadiran Nvidia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Qualcomm telah lama berinvestasi besar untuk mematangkan ekosistem ini.
>>> Dell XPS 16 Creator Edition Siap Manjakan Kreator dengan Teknologi Nvidia RTX Spark
Menurut Qualcomm, kehadiran Nvidia adalah bentuk pengakuan bahwa masa depan komputasi berada di luar arsitektur tradisional.
Mereka melihat kompetisi ini sebagai angin segar yang akan mempercepat pertumbuhan ekosistem ARM.
Investasi Panjang Qualcomm di Ekosistem ARM
Membangun laptop dengan chip ARM tidak hanya soal prosesor yang kencang. Kompatibilitas perangkat keras dan lunak menjadi tantangan utama.
>>> Wardatina Mawa Ungkap Proses Sidang Cerai dengan Insanul Fahmi
Qualcomm telah bekerja keras memastikan berbagai perangkat pendukung berfungsi optimal. Mulai dari printer, aplikasi, hingga aksesori seperti dock dan periferal lainnya.
Mereka juga mengklaim lebih dari 2.500 game sudah kompatibel dengan platform Snapdragon.
Ini menunjukkan keseriusan Qualcomm di sektor hiburan agar pengguna tidak merasa terbatas saat beralih ke laptop ARM.
>>> Amazfit Balance 3 Resmi Meluncur, Layar AMOLED 3000 Nits dan Baterai Tahan 21 Hari
Nvidia menjanjikan kompatibilitas penuh untuk semua aplikasi Windows di RTX Spark. Persaingan ini menandai pergeseran besar menuju laptop dengan efisiensi baterai lebih baik dan performa AI yang mumpuni.
