unique visitors counter
⌂ Beranda News Kenapa Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi: Kenapa Kita Ikut Menguap Saat Melihat Orang Lain? Ini Penjelasan Ilmiahnya
A A Ukuran Teks16px

Menguap adalah respons tubuh yang umum terjadi. Hampir semua orang pernah mengalaminya, begitu pula dengan sejumlah hewan.

Selama ini, menguap sering dikaitkan dengan rasa kantuk, lelah, atau bosan. Namun, ada satu hal menarik: ikut menguap setelah melihat orang lain menguap.

>>> Moto Pad 70 Groove Resmi Meluncur Juli 2026, Tablet dengan 9 Speaker JBL

Fenomena ini terasa spontan. Terkadang kita baru melihat seseorang menguap, lalu beberapa detik kemudian tanpa sadar melakukan hal yang sama.

Menguap Bisa Menular Saat Melihat Orang Lain

Fenomena ikut menguap setelah melihat orang lain dikenal dengan istilah contagious yawning atau menguap menular.

Respons ini berbeda dari menguap biasa karena dipicu oleh pengamatan terhadap perilaku orang lain.

Mengutip PBS News, kemungkinan seseorang untuk ikut menguap dapat meningkat hingga beberapa kali lipat setelah melihat orang lain melakukannya.

Respons tersebut juga muncul secara otomatis tanpa perlu dipikirkan.

>>> Dua Trem Tabrakan di Jembatan Ikonik Rotterdam, 15 Terluka

Menariknya, kemampuan mengalami menguap menular tidak selalu muncul sejak lahir. Penelitian menunjukkan anak-anak mulai menunjukkan perilaku ini saat memasuki usia sekitar empat atau lima tahun.

Pada tahap tersebut, kemampuan sosial dan empati anak mulai berkembang. Melihat orang lain menguap diduga memicu respons untuk melakukan tindakan yang sama.

Ada Hubungan dengan Empati dan Neuron Cermin

James Giordano, ilmuwan saraf dari Georgetown University, menjelaskan fenomena ini berkaitan dengan social mirroring. Yaitu kecenderungan seseorang meniru tindakan atau perilaku orang lain.

"Neuron-neuron ini berperan dalam mencocokkan apa yang kita rasakan dan indrawi dengan cara kita bergerak," kata Giordano, seperti dikutip PBS News.

Konsep serupa bisa ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, saat melihat seseorang tertawa, kita kadang ikut tersenyum atau tertawa.

>>> Komite Senat AS Akan Beri Suara pada RUU Larangan Mobil China

Begitu pula saat melihat orang menyilangkan kaki atau menggaruk wajah.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot