Venesia, Italia – Film terbaru sutradara ternama Korea Selatan, Lee Chang-dong, berjudul 'Possible Love', mendapat sambutan luar biasa di Festival Film Internasional Venesia ke-83.
Penonton memberikan standing ovation selama tujuh menit setelah pemutaran perdana pada Minggu (7/9) waktu setempat.
Respons positif itu membangkitkan harapan bahwa Lee Chang-dong akhirnya bisa meraih penghargaan tertinggi festival, Golden Lion, yang sempat lepas dua dekade lalu.
Sebelumnya, pada 2002, ia memenangkan Silver Lion untuk sutradara terbaik lewat film 'Oasis'.
'Possible Love' merupakan film pertama Lee Chang-dong sejak 'Burning' pada 2018.
Karya terbarunya ini juga telah dipilih sebagai perwakilan Korea Selatan untuk kategori Film Internasional Terbaik di Academy Awards tahun depan.
Pujian Kritikus dan Makna Mendalam
The Hollywood Reporter menyebut 'Possible Love' sebagai 'meditasi mendalam tentang trauma, hilangnya martabat, kerinduan, dan kecemburuan kelas'.
Mereka menggambarkannya sebagai 'karya kamar yang menyedihkan namun indah, diisi oleh ansambel yang luar biasa'.
International Cinephile Society memberi nilai 4,5 dari 5 bintang, menyebutnya 'film yang benar-benar knockout tentang cinta yang memiliki kemungkinan untuk menjembatani perbedaan dan memberikan kebebasan, bahkan untuk sesaat'.
Dalam konferensi pers, Lee Chang-dong mengungkapkan kegelisahannya tentang kekuatan film di era modern.
Ia bertanya-tanya apakah film masih bisa menghubungkan satu orang dengan orang lain di tengah perubahan zaman yang drastis, termasuk pandemi.
Kisah Dua Pasangan dan Refleksi Sosial
'Possible Love' mengisahkan dua pasangan yang bertemu melalui proyek dokumenter.
Sul Kyung-gu dan Jeon Do-yeon berperan sebagai Ho-seok dan Mi-ok, pekerja pabrik yang di-PHK dan istrinya yang berjuang setelah tindakan keras polisi terhadap buruh yang mogok.
