unique visitors counter
⌂ Beranda News Bandara Jakarta Perpanjang Penutupan Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
News

Bandara Jakarta Perpanjang Penutupan Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penumpang mengantre di bandara Soekarno-Hatta saat penerbangan dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau
Bandara Jakarta Perpanjang Penutupan Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
A A Ukuran Teks16px

Bandara utama Jakarta, Soekarno-Hatta, bersama tiga bandara lainnya menunda pembukaan kembali pada Senin (7/9) setelah sempat berhenti beroperasi akibat erupsi gunung berapi.

Penutupan ini membuat ratusan ribu penumpang terlantar.

Gunung Anak Krakatau, yang terletak sekitar 150 kilometer dari ibu kota Indonesia, meletus pada Sabtu (5/9). Erupsi tersebut memuntahkan lava dan abu vulkanik ke udara.

Kementerian Perhubungan melaporkan, delapan bandara telah menghentikan operasionalnya selama akhir pekan karena abu vulkanik terdeteksi di wilayah udara mereka.

Akibatnya, ribuan penerbangan terganggu dan lebih dari 270.000 penumpang terlantar.

Angka tersebut merupakan akumulasi dampak operasional sejak 5 September 2026, mencakup penerbangan yang dibatalkan, ditunda, atau dialihkan.

Seorang turis asal Italia, Michel Miegge, sedang berlibur bersama kekasihnya dan seharusnya terbang pulang untuk bekerja pada Selasa.

Namun, penerbangan mereka dibatalkan.

"Kami tidak mendapat kabar dari maskapai.

Kami tidak tahu apakah harus tinggal sehari lagi di Jakarta atau mencari penerbangan lain," kata pria 32 tahun yang bekerja sebagai insinyur perangkat lunak itu kepada AFP.

Ia menambahkan, "Saya rasa tidak mungkin sekarang. Kami menemukan hotel di dekat sini, tetapi kami melihat banyak hotel yang penuh.

Untungnya, kami memesan hotel tadi malam, tapi ini situasi yang sulit."

Turis lain, pelukis asal Prancis Carol Odile, mengaku datang bersama rombongan teman-temannya untuk melihat komodo di Flores. Namun, ia mendapat kabar penerbangannya dibatalkan.

"Kami mengetahui penerbangan kami ditunda kemarin pagi saat tiba di bandara karena kami tidak tahu tentang erupsi gunung berapi.

Kami kecewa, tapi rombongan kami optimis, jadi kami berharap bisa segera pergi ke Pulau Flores," ujar perempuan 60 tahun itu.

📰 Update Terbaru