Kenaikan harga €100 pada seri Xiaomi 17T membuat banyak pembeli kecewa, menurut hasil jajak pendapat pekan lalu. Namun, Xiaomi juga membuat beberapa keputusan yang tepat.
Xiaomi 17T hadir dengan layar 6,59 inci, lebih kecil dibandingkan pendahulunya dan varian Pro yang 6,83 inci.
Ukuran yang lebih ringkas ini nyaris tidak mendapat keluhan, sehingga dianggap sebagai langkah yang baik.
Baterai besar 6.500 mAh pada Xiaomi 17T juga menjadi nilai tambah. Selain itu, kamera periskop 50MP dengan zoom optik 5x (115mm) mendapat sambutan positif dari para pemilih.
Chipset Dimensity 8500 Ultra pada Xiaomi 17T mungkin tidak sekelas flagship, tetapi dinilai cukup mumpuni untuk mendukung performa keseluruhan.
Di sisi lain, Xiaomi 17T Pro menghadapi kritik lebih tajam terkait harganya yang menembus batas psikologis.
Banyak yang merasa bisa mendapatkan perangkat dengan spesifikasi lebih baik di harga tersebut.
Beberapa kekurangan yang mungkin dimaafkan pada harga Xiaomi 15T Pro kini sulit ditoleransi.
Misalnya, port USB-C 2.0 dianggap tidak pantas untuk ponsel seharga €900, meskipun mampu mengisi baterai 7.000 mAh dengan kecepatan 100W.
Xiaomi 17T Pro memang tetap menjadi flagship killer yang mumpuni, tetapi harganya terlalu dekat dengan ponsel flagship sesungguhnya.
Perubahan dari Xiaomi 15T Pro juga terbilang kecil, terutama hanya pada baterai (dari 5.500 mAh menjadi 7.000 mAh) dan chipset Dimensity 9500 (dari 9400+).
Dengan diskon yang signifikan, Xiaomi 17T Pro berpotensi menjadi lebih populer dibandingkan varian standar 17T. Namun, tanpa potongan harga, banyak pembeli yang ragu.