unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Hentikan Serangan Balasan di Timur Tengah Setelah AS Jeda Serangan

Iran Hentikan Serangan Balasan di Timur Tengah Setelah AS Jeda Serangan

Iran Hentikan Serangan Balasan di Timur Tengah Setelah AS Jeda Serangan
Ilustrasi: Iran Hentikan Serangan Balasan di Timur Tengah Setelah AS Jeda Serangan
A A Ukuran Teks16px

Iran pada hari Minggu mengumumkan telah menghentikan serangan balasan terhadap sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah setelah Washington menghentikan serangan selama dua malam terakhir.

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan bahwa serangan balasan Iran dihentikan karena AS juga menghentikan serangan mereka.

>>> Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Akun WhatsApp yang Tiba-Tiba Diblokir

"Serangan ini berlanjut hingga dua malam lalu, tetapi dalam dua malam terakhir Amerika menghentikan serangan mereka," ujar Akraminia.

"Karena strategi kami pada dasarnya bersifat balasan, kami juga menghentikan operasi balasan kami," tambahnya.

Jeda Serangan Picu Harapan Negosiasi

Pertempuran di Selat Hormuz sebelumnya menggagalkan upaya diplomatik antara Washington dan Teheran. Konflik kemudian meluas hingga mencakup serangan terhadap pangkalan AS, pelayaran regional, dan sekutu Teluk.

Namun, jeda serangan baru-baru ini membangkitkan harapan untuk kembali ke negosiasi setelah hampir dua minggu pemboman AS setiap malam.

Media AS melaporkan bahwa jeda tersebut juga bisa mencerminkan tekanan pada persediaan rudal pencegat Patriot dan senjata pertahanan lainnya.

CNN melaporkan bahwa operasi AS terhadap Iran "ditahan", mengutip sumber Pentagon yang tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan pada "level yang jauh lebih tinggi" pada hari Jumat.

Rencana untuk meningkatkan kampanye telah ditunda sebagian karena pasokan yang menyusut, lapor New York Times, mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Trump juga menghadapi risiko perang Timur Tengah yang lebih luas, menjauhnya sekutu Teluk yang rentan, dan guncangan lebih lanjut terhadap ekonomi global.

Wakil Presiden JD Vance dan Jenderal AS Dan Caine sama-sama menyampaikan kekhawatiran tentang eskalasi dalam pertemuan di Gedung Putih pada hari Jumat, lapor CNN.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot