Amerika Serikat mengumumkan larangan impor sejumlah produk susu, sepeda motor, dan sebagian besar minuman beralkohol dari Kanada.
Keputusan ini diumumkan Gedung Putih pada Selasa (9/9/2025) sebagai bagian dari perang dagang yang belum menunjukkan tanda mereda.
Larangan tersebut akan berlaku mulai 29 September.
Langkah ini diambil setelah tarif balasan yang dijanjikan Kanada mulai berlaku pada Selasa pagi terhadap impor AS senilai 20 miliar dolar.
Kanada sebelumnya merespons kebijakan tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump setelah pembicaraan dagang antara kedua negara gagal bulan lalu.
Trump juga memerintahkan penutupan akses produk Kanada ke kontrak pemerintah AS yang besar dan jangka panjang.
General Services Administration (GSA) AS diminta menyatakan produk Kanada tidak memenuhi syarat untuk kontrak tersebut sampai Kanada memberikan 'resiproksitas penuh dan adil' bagi produk Amerika.
Respons Kanada dan Dampaknya
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan strategi Kanada adalah menjadi lebih mandiri dan berjanji mempercepat upaya tersebut. 'Ini tentang memastikan tidak ada negara yang bisa menyandera kita.
Dan bahwa kita bisa hidup sesuai cara yang kita inginkan,' ujarnya.
Ketegangan ini telah mengubah salah satu hubungan bilateral terdekat di dunia.
Pada 22 Agustus, AS memberlakukan tarif 50 persen terhadap sekitar 5 persen impor Kanada, dengan tuduhan Kanada memperlakukan industri susu, minuman beralkohol, dan otomotif Amerika secara tidak adil.
AS dan Kanada memang telah lama berselisih soal perdagangan, terutama pasar susu Kanada yang dilindungi dan subsidi untuk produsen kayu lunak.
Namun, mereka tetap berteman dan sekutu setia. Di bawah kepemimpinan Trump, hubungan ini memburuk dengan cepat.
