Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa produsen jet pribadi asal Kanada, Bombardier, tidak akan diizinkan lagi menjual pesawatnya di AS kecuali perusahaan tersebut memulai produksi di negara itu.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (8/9/2025).
"TIDAK ADA LAGI PENJUALAN BOMBARDIER DI AMERIKA SERIKAT! Produk mereka tidak cukup bagus!"
tulis Trump.
"Jika mereka menginginkan pasar kami, mereka harus membangun di sini, dan berhenti memperlakukan Amerika seperti 'celengan'," lanjutnya.
Unggahan tersebut muncul di tengah meningkatnya sengketa dagang antara Washington dan Ottawa, salah satu kebijakan ekonomi yang banyak dikeluhkan mitra dagang AS pada masa jabatan kedua Trump.
Kanada dijadwalkan memberlakukan gelombang tarif balasan terhadap AS pada Selasa (9/9/2025).
Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar mengenai bagaimana Trump akan menegakkan tindakan tersebut atau langkah yang akan diambil untuk memblokir pengiriman jet Bombardier yang telah disetujui oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA).
Pesawat buatan Bombardier juga mematuhi perjanjian dagang AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang turut diimplementasikan Trump.
Analis Ragukan Dampak Larangan
Analis kedirgantaraan AS, Richard Aboulafia, mengatakan dia tidak yakin ada pelanggan jet bisnis yang akan membatalkan pesanan Bombardier dan tidak melihat bagaimana Trump dapat menghentikan penjualan tersebut.
Aboulafia menunjukkan bahwa sebagian besar jet pribadi Bombardier menggunakan mesin buatan AS, yang diproduksi oleh Honeywell Aerospace dan GE Aerospace.
Sektor kedirgantaraan sebagian besar tidak terpengaruh oleh perang tarif Trump, dengan aliran komponen dan pesawat saat ini tidak terkena bea masuk.
