unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Iran Hentikan Operasi Militer terhadap Israel, Peringatkan Balasan Lebih Keras

Iran Hentikan Operasi Militer terhadap Israel, Peringatkan Balasan Lebih Keras

Iran Hentikan Operasi Militer terhadap Israel, Peringatkan Balasan Lebih Keras
Peluncuran rudal Iran dalam operasi militer terhadap Israel
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Teheran, 8 Juni 2026 – Iran pada Senin mengumumkan penghentian operasi militer terbarunya terhadap Israel setelah serangan balasan pertama sejak gencatan senjata yang rapuh.

Namun, Iran memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras jika agresi berlanjut.

>>> Gempa 7,8 SR di Filipina Tewaskan 16 Orang, Picu Tsunami

alt top

Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari yang sama mendesak Iran dan Israel untuk menghentikan pertempuran. Trump menulis di Truth Social, "Israel dan Iran harus segera berhenti 'menembak'."

Iran menembakkan puluhan rudal ke Israel pada Minggu malam. Israel kemudian membalas dengan menyerang instalasi militer di Iran.

Eskalasi ini memicu kekhawatiran akan konflik skala penuh baru setelah gencatan senjata 8 April.

alt mid

Komando militer Iran menyatakan operasi dihentikan setelah memberikan "respons yang menyakitkan".

Namun, mereka memperingatkan bahwa jika tindakan agresi dan permusuhan berlanjut, termasuk di Lebanon selatan, tindakan yang lebih keras akan menyusul.

Tidak lama kemudian, tentara Israel mencegat tiga proyektil yang ditembakkan dari Lebanon. Militer Israel mengonfirmasi bahwa proyektil tersebut menargetkan pasukan mereka yang beroperasi di Lebanon selatan.

Tidak ada korban jiwa dilaporkan.

Serangan Iran terjadi setelah Israel menyerang target-target kelompok Syiah Lebanon Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.

Iran sebelumnya telah berulang kali memperingatkan akan menyerang Israel jika ibu kota Lebanon menjadi sasaran.

Warga Merasa Frustrasi

Di Teheran, tidak ada tanda-tanda perang. Kafe-kafe masih ramai, lalu lintas lebih sepi dari biasanya, dan banyak orang mengantre di pom bensin.

Maryam, seorang akuntan berusia 41 tahun, menggambarkan "rasa ketidakpastian dan kebingungan".

"Anda tidak tahu apakah akan ada perang, atau apakah perjanjian damai akan bertahan. Tidak ada yang jelas.

alt under
M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
alt mid
📰 Update Terbaru