unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News IAEA: Program Kapal Selam Nuklir Korea Selatan Tak Picu Kekhawatiran Proliferasi

IAEA: Program Kapal Selam Nuklir Korea Selatan Tak Picu Kekhawatiran Proliferasi

IAEA: Program Kapal Selam Nuklir Korea Selatan Tak Picu Kekhawatiran Proliferasi
Kepala IAEA Rafael Grossi berbicara dalam konferensi pers di Wina
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan program kapal selam bertenaga nuklir Korea Selatan seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran proliferasi.

Pernyataan itu disampaikan Grossi dalam konferensi pers di sela pertemuan Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, Senin.

>>> Pemerintah Salurkan PIP 2026 untuk Cegah Putus Sekolah

alt top

Grossi menekankan bahwa negosiasi antara Seoul dan IAEA telah dimulai, meskipun masih dalam tahap awal. Hal ini disebabkan belum adanya detail spesifik mengenai program kapal selam yang direncanakan.

Pembahasan Pengamanan Masih Awal

Menurut Grossi, negara-negara pihak Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang ingin membangun kapal selam nuklir harus memberitahu IAEA. Proses itu memerlukan pengaturan khusus dengan badan tersebut.

"Kami berada pada awal proses yang sangat teknis, di mana para ahli pengamanan kami bertemu dengan para ahli Korea dan mulai melihat apa yang diperlukan," ujar Grossi.

alt mid

Pernyataan ini muncul saat Korea Selatan mendorong pembangunan kapal selam bertenaga nuklir bersenjata konvensional.

Langkah itu mengikuti kesepakatan keamanan dalam pertemuan puncak antara Presiden Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump pada Oktober lalu.

Grossi menegaskan bahwa selama ada kesepakatan yang sangat solid dengan IAEA, seharusnya tidak ada kekhawatiran proliferasi.

Ia juga menyoroti tantangan teknis utama, yaitu memastikan akuntabilitas material nuklir setelah dimuat ke kapal selam yang dapat beroperasi di bawah air dalam waktu lama.

>>> Gempa 7,8 SR di Filipina Tewaskan 32 Orang, Picu Tsunami

"Kami perlu menemukan cara teknis untuk memastikan bahwa jumlah uranium yang meninggalkan pelabuhan sama saat kembali," kata Grossi.

Ia menambahkan bahwa proses ini akan memakan waktu lama untuk memastikan tidak ada proliferasi.

alt under
R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
alt mid
📰 Update Terbaru