Samsung memperkuat posisinya di pasar DRAM global pada kuartal pertama 2026. Perusahaan ini diuntungkan oleh lonjakan permintaan memori untuk kecerdasan buatan (AI) dan harga yang lebih tinggi.
Menurut firma riset pasar Omdia, pendapatan DRAM global mencapai rekor $97,1 miliar pada Q1 2026. Angka ini naik 85,3% dari kuartal sebelumnya.
>>> Galaxy S27 Terlihat di Database GSMA, Tanda Pengembangan Seri Flagship 2027 Dimulai
Samsung sendiri membukukan pendapatan DRAM sebesar $37,4 miliar. Pertumbuhan kuartal-ke-kuartal mencapai 95,4%, sehingga pangsa pasarnya naik dari 36,5% menjadi 38,6%.
Kinerja ini memperlebar jarak Samsung dengan pesaingnya.
SK Hynix mencatat pendapatan sekitar $28 miliar, namun pangsa pasarnya turun 4,1 poin persentase menjadi 28,8%.
Micron Technology berada di posisi ketiga dengan pendapatan $21,7 miliar dan pangsa pasar 22,4%. Meski demikian, Micron mencatat pertumbuhan kuat sebesar 81,6%.
Permintaan AI Jadi Pendongkrak Utama
Analis industri mengaitkan lonjakan ini dengan permintaan infrastruktur AI yang melonjak.
>>> Telegram Luncurkan Aplikasi Native untuk Apple Watch
Pusat data yang menjalankan model AI generatif membutuhkan High Bandwidth Memory (HBM) dan DRAM DDR5 dalam jumlah besar.
Data TrendForce juga menunjukkan Samsung diuntungkan oleh permintaan DRAM server yang kuat. Perusahaan ini juga mencatat kenaikan harga jual rata-rata tertinggi.
Pemain lain yang menonjol adalah Changxin Memory Technologies (CXMT) asal China. Perusahaan itu hampir melipatgandakan pendapatan kuartalannya menjadi $7,3 miliar.
Pangsa pasar CXMT naik dari 4,7% menjadi 7,6%. Meski masih jauh di belakang tiga pemasok teratas, CXMT terus memperluas kehadirannya.
Bagi Samsung, hasil ini menekankan pentingnya permintaan memori berbasis AI. Bisnis memori tetap menjadi pendorong laba utama Samsung.
>>> Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Dikabarkan Punya Baterai Lebih Besar
Investasi berkelanjutan dalam teknologi DRAM canggih diharapkan mendukung pertumbuhan hingga akhir tahun. Namun, analis memperingatkan bahwa peningkatan pasokan dan pelonggaran harga dapat memperlambat ekspansi di kuartal mendatang.