MSI menempatkan seri Raider dan Titan di puncak hierarki laptop gaming mereka. Keduanya mewakili performa terbaik dengan fitur lengkap dan harga yang setara.
Raider 16 Max HX terbaru membawa prosesor papan atas, tetapi justru meninggalkan beberapa fitur layar krusial bagi gamer.
>>> Kontroversi Cover AI Kingdom Hearts Collection Picu Kekecewaan Penggemar
Performa Monster yang Tak Perlu Diragukan
Dari sisi performa murni, Raider 16 Max HX tidak mengecewakan. Laptop ini mampu mengungguli hampir semua laptop gaming 16 inci yang pernah diuji dalam berbagai tolok ukur.
Kuncinya terletak pada prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus yang dirancang untuk performa tertinggi.
Mode Apex atau Cooler Boost perlu diaktifkan untuk membuka potensi penuh GPU hingga 175 W.
Dengan kombinasi ini, Raider 16 Max HX menjadi mesin gaming bertenaga, siap melahap game AAA terkini pada pengaturan grafis tinggi.
Fitur Layar yang Hilang di Harga Fantastis
Kekecewaan muncul saat melihat absennya dukungan Advanced Optimus dan G-Sync. Kedua fitur ini sudah menjadi standar di laptop gaming premium, terutama yang dibanderol lebih dari Rp48 jutaan.
>>> Siri Kini Bisa Baca Layar dan Akses Pesan, Ini Fitur Gila macOS 27 Golden Gate
Razer Blade 16 sebagai kompetitor langsung justru menyertakan kedua teknologi tersebut secara lengkap. Tanpa Advanced Optimus, pengguna Raider 16 Max HX hanya bisa mengandalkan MUX switch biasa.
MUX switch standar mewajibkan proses reboot setiap kali beralih dari grafis terintegrasi ke grafis diskrit, atau sebaliknya.
Hal ini cukup merepotkan untuk laptop flagship yang digunakan untuk skenario hybrid antara kerja dan gaming.
Ketidakhadiran G-Sync juga mengejutkan. Teknologi sinkronisasi layar dari Nvidia ini berfungsi mengurangi screen tearing dan stuttering saat bermain game.
>>> Kejutan Google: Pixel Watch 2, 3, dan 4 Segera Cicipi Wear OS 7
Tanpanya, pengalaman visual di game cepat seperti first-person shooter atau racing bisa terasa kurang mulus.