OnePlus 15 juga memiliki chip respons sentuh khusus yang mendorong touch sampling rate hingga 3200Hz. Sistem pendinginnya menggunakan vapor chamber besar dan lapisan isolasi aerogel.
Baterai Silicon NanoStack 7.300mAh mendukung bypass charging untuk mengurangi panas saat bermain sambil diisi daya. Kamera belakangnya mumpuni dengan sensor utama 50MP dan periskop telefoto 50MP.
>>> Xiaomi 17T Pro vs Nothing Phone (4a) Pro: Perbandingan Spesifikasi, Kamera, Baterai, dan Harga
Ponsel ini juga memiliki sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K untuk ketahanan air dan debu.
3. Red Magic 11 Pro
Bagi yang menginginkan pengalaman Red Magic tanpa prosesor overclock, Red Magic 11 Pro tetap menjadi pilihan menarik. Diluncurkan akhir tahun lalu, ponsel ini masih tangguh di 2026.
Menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 standar dengan konfigurasi RAM hingga 24GB dan penyimpanan 1TB. Layar OLED 6,85 inci tanpa notch memberikan tampilan game tanpa gangguan.
Sistem pendingin aktif kipas dan vapor chamber masih efektif menjaga frame rate. Baterai 7.500mAh, pemicu bahu 520Hz, dan speaker stereo ganda juga dipertahankan.
Red Magic 11 Pro fokus pada pengalaman gaming murni tanpa perangkat keras eksperimental tambahan.
4. Red Magic 11 Air
Red Magic 11 Air mencoba menyeimbangkan fitur gaming dengan bentuk yang lebih ringkas. Ponsel ini 12% lebih tipis dan 10% lebih ringan dari 11 Pro.
Meski ukurannya lebih kecil, Red Magic tetap menyematkan kipas pendingin 24.000 RPM.
Ponsel ini menggunakan Snapdragon 8 Elite dan layar OLED 6,85 inci 144Hz dengan bezel sangat tipis.
Baterainya sedikit lebih kecil, yaitu 7.000mAh, namun masih lebih besar dari kebanyakan ponsel standar. Pemicu bahu fisik tetap ada dan telah diperbarui untuk mendukung game vertikal.
>>> Huawei Siap Luncurkan PC Desktop HarmonyOS untuk Pasar Komersial pada September
Teknologi charge separation menjaga ponsel tetap dingin saat diisi daya. Fitur perangkat lunak seperti Tactical Coach memberikan panduan real-time di game multiplayer populer.