Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin memperingatkan Iran agar tidak memungut biaya pelayaran di Selat Hormuz.
Ia mengatakan "segala cara" harus dilakukan agar tidak ada pungutan untuk melintasi jalur penting tersebut.
>>> PM Inggris Resmi Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Laporan kantor berita Fars Iran sebelumnya menyebutkan bahwa Teheran menambahkan klausul tentang pengenaan biaya jasa maritim ke dalam kesepakatan kerangka kerja dengan Amerika Serikat.
Klausul itu ditambahkan sesaat sebelum pengumuman kesepakatan untuk mengakhiri perang Timur Tengah.
"Kami membela hukum internasional dan akan melakukan segala daya kami untuk memastikan tidak ada pungutan," kata Macron kepada stasiun TV TF1 menjelang KTT G7 di Prancis.
KTT tersebut rencananya akan dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump.
Detail kesepakatan belum diungkapkan ke publik. Macron mengatakan kesepakatan telah ditandatangani "secara elektronik" dan lampiran tambahan akan "difinalisasi" pada hari Jumat.
"Saya tidak ingin masuk ke detailnya," ujarnya.
Misi Bersama Prancis-Inggris
Macron mengatakan misi bersama Prancis-Inggris untuk memastikan pembukaan Selat Hormuz siap dikerahkan "dengan sangat cepat".
Kapal induk andalan Prancis, Charles de Gaulle, siap berada di zona tersebut "dalam jangka waktu dua hingga tiga hari".
>>> AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Dibuka
"Kami melakukan segalanya agar kesepakatan ini menjadi kenyataan dan Hormuz dapat dibuka kembali," kata Macron.
Negara-negara Eropa menunggu pembukaan kembali selat tersebut untuk menurunkan harga energi dan barang lainnya.
Macron membantah bahwa kesepakatan itu merupakan kemenangan bagi Teheran. "Saya akan bersabar dan berhati-hati," ujarnya.
"Seperti yang Anda ketahui, kami tidak berpartisipasi dalam ofensif itu," katanya, merujuk pada perang AS-Israel melawan republik Islam tersebut.
"Jadi tujuan kami sekarang adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. Dan memang, seharusnya tidak ada pungutan atau apa pun yang akan memperkaya mereka yang berkuasa," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa stok uranium yang diperkaya Iran perlu dinetralkan dan ditempatkan di bawah pengawasan badan pengawas atom PBB.
"Kami akan memastikan bahwa kemampuan uranium yang diperkaya yang tersisa dinetralkan dengan baik," kata Macron.
>>> AS dan Iran Capai Kesepakatan Sementara Akhiri Perang, Selat Hormuz Dibuka Jumat
Stok sensitif itu harus "dikeluarkan atau diencerkan" dan kemudian diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional.
