Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan membuka Selat Hormuz.
Hal ini memberikan kelegaan bagi kawasan Teluk dan ekonomi global setelah lebih dari tiga bulan pertempuran.
>>> AS dan Iran Capai Kesepakatan Sementara Akhiri Perang, Selat Hormuz Dibuka Jumat
Detail kesepakatan belum diumumkan secara resmi.
Iran mengindikasikan implementasi baru akan dimulai setelah penandatanganan yang dijadwalkan pada Jumat di Swiss, menurut mediator utama Pakistan.
Kesepakatan ini diharapkan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh yang dicapai pada April. Negosiator akan mencoba menyelesaikan isu-isu pelik seperti program nuklir Iran dan sanksi terkait.
Belum ada komentar dari Israel, yang bersama AS memulai perang pada 28 Februari. Israel sebelumnya menyatakan skeptis terhadap negosiasi.
Pernyataan Trump dan Reaksi Iran
Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial, "Selamat untuk semua!" Ia menambahkan bahwa ia mengizinkan pembukaan bebas Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS.
Namun, ia kemudian mengklarifikasi bahwa selat baru akan dibuka setelah penandatanganan Jumat.
AS sebelumnya mengatakan akan melonggarkan blokade pelabuhan Iran seiring pembukaan selat. Washington juga setuju melonggarkan sanksi agar Iran dapat menjual lebih banyak minyak dan memperkuat ekonominya yang terpuruk.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan di televisi negara. Ia mengatakan Iran tidak akan mulai mengimplementasikannya hingga ditandatangani pada Jumat.
Ia menyebut kesepakatan itu mengikuti pembicaraan dengan Qatar, mediator lain. Mediator Qatar kemudian meninggalkan Tehran setelah 17 jam negosiasi.
Langkah Kritis Menuju Akhir Perang
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyebut kesepakatan itu sebagai "langkah kritis menuju penyelesaian konflik secara damai."
Pakistan pertama kali mengumumkan kesepakatan setelah Israel, yang dikesampingkan dari negosiasi, menyerang pinggiran selatan Beirut.