Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin (15/6) mengumumkan larangan total penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Ia menyebut platform tersebut "membuat anak-anak tidak bahagia".
>>> AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal Akhiri Perang, Selat Hormuz Dibuka
Pemerintah akan melarang akses ke platform seperti Snapchat, TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, dan X. Namun, layanan pesan seperti WhatsApp tidak termasuk dalam larangan ini.
Starmer berharap regulasi ini bisa disahkan pada akhir Desember dan mulai berlaku pada musim semi tahun depan.
Ia juga mengatakan pemerintah akan mengambil tindakan terhadap layanan game dan platform streaming langsung.
Pemerintah juga mempertimbangkan jam malam semalam dan penghentian fitur gulir tak terbatas bagi pengguna di bawah 18 tahun.
Detail lebih lanjut akan diumumkan pada Juli.
Larangan ini terinspirasi oleh Australia, yang pada Desember lalu menjadi negara pertama yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.
Keputusan ini juga didasarkan pada konsultasi pemerintah yang melibatkan remaja Inggris yang mencoba larangan dan batas waktu penggunaan aplikasi.
Seorang juru bicara YouTube memperingatkan bahwa larangan total justru akan mendorong anak-anak beralih ke "layanan yang kurang aman".
Starmer menegaskan bahwa pemerintah juga akan bertindak terhadap layanan game dan streaming langsung yang memungkinkan orang asing menghubungi anak-anak.
>>> AS dan Iran Capai Kesepakatan Sementara Akhiri Perang, Selat Hormuz Dibuka Jumat
"Apakah ada situasi di dunia nyata di mana Anda membiarkan anak Anda berpasangan dengan orang asing? Orang dewasa yang tidak Anda kenal?
Tidak. Jadi kami mengambil tindakan," ujarnya.
Konsultasi pemerintah Inggris tentang masalah ini menarik sekitar 116.000 tanggapan, menjadikannya tanggapan terbesar kedua yang pernah diterima.