Penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin merambah industri perfilman Hollywood. Sejumlah studio besar kini mulai mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses kreatif dan produksi film.
Meskipun masih menuai kekhawatiran, studio-studio tersebut mengklaim penggunaan AI dilakukan secara bertanggung jawab. AI ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran manusia.
>>> Penjelasan Ending Film Obsession: Tragedi Berlapis yang Kelam
Mereka juga menekankan perlindungan hak kekayaan intelektual dengan memanfaatkan data dan aset berlisensi. Berikut daftar studio yang pro penggunaan AI dalam kerja perfilman.
A24 dan Google Kembangkan Aplikasi Storyboard AI
A24 menjalin kemitraan riset AI dengan Google melalui unit DeepMind. Ketua A24 Labs, Scott Belsky, mengatakan pihaknya sedang mengembangkan aplikasi storyboard berbasis AI.
Proyek ini didukung oleh sejumlah pembuat film, termasuk Martin Scorsese. Belsky menilai penggunaan AI yang tepat dapat mempertahankan kendali kreatif dan mendukung pengambilan risiko.
Disney Kolaborasi dengan Adobe untuk Desain Taman Hiburan
Pada Juni 2026, Adobe mengumumkan kolaborasi dengan Walt Disney Imagineering. Kerja sama ini memanfaatkan model AI Adobe Firefly Foundry yang dibangun berdasarkan katalog desain Disney.
Senior Vice President Walt Disney Imagineering, Kyle Laughlin, mengatakan kolaborasi ini memungkinkan Disney menghadirkan cerita dan karakter ke taman hiburan dengan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas emosional.
>>> Chery Q vs Geely EX2: Perbandingan Spesifikasi, Fitur, Harga, dan Kelebihan
Lionsgate Perluas Kemitraan dengan Runway
Lionsgate telah bermitra dengan Runway sejak 2024. Kemitraan ini awalnya bertujuan menggunakan AI untuk membantu proses kreatif internal dengan data IP milik Lionsgate.
Pada Juni 2026, kemitraan diperluas untuk memanfaatkan properti yang ada guna membuat serial pendek berbasis AI.
Wakil Ketua Lionsgate, Michael Burns, mengatakan langkah ini membantu sineas mengembangkan upaya kreatif.
Netflix Akuisisi Perusahaan AI Ben Affleck
Netflix mengakuisisi InterPositive, perusahaan AI yang didirikan Ben Affleck, pada Maret 2026. Akuisisi ini bertujuan mendukung proses kreatif mitra Netflix.
Chief Content Officer Netflix, Bela Bajaria, menyatakan teknologi InterPositive memberikan lebih banyak pilihan, kendali, dan perlindungan terhadap visi kreatif.
>>> BABYMONSTER Tutup Tiga Malam Konser Sold-Out di Seoul, Awali Tur Dunia Kedua
Sistem ini membangun model AI berdasarkan rekaman harian produksi untuk tugas pascaproduksi seperti color grading dan efek visual.