Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menyelenggarakan pameran dan lelang lukisan bertajuk "Puspawarna Nusantara 2026" di Gedung Cagar Budaya A.
A. Maramis, Jakarta Pusat, pada 25-27 Juni 2026.
>>> Harga Emas Perhiasan 24K Anjlok Hari Ini 26 Juni 2026, Dibanderol Mulai Rp2,1 Jutaan
Acara ini merupakan edisi kedua dari Puspawarna Nusantara dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung membuka kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa penyelenggaraan Puspawarna Nusantara 2026 memiliki makna lebih luas dari sekadar lelang karya seni.
"Ketika dalam acara ini kita menggelar lelang lukisan Puspawarna Nusantara, kita sebenarnya sedang menyambung rantai sejarah yang panjang dari perlelangan di Indonesia.
Lelang adalah instrumen pasar yang harus dibangun di atas trust. Karena itu, trust menjadi kata kunci.
Pasar hanya bekerja jika ada trust," kata Juda.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rahayu Puspasari, melaporkan bahwa Puspawarna Nusantara merupakan upaya DJKN untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai lelang sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset negara.
"Tujuan utama dari kegiatan ini bukan sekadar melakukan transaksi lelang itu sendiri tetapi lebih dari itu, justru yang paling penting, kegiatan ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat kegiatan lelang yang bernilai seni, Gedung A.
A. Maramis sendiri, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset negara," ucap Rahayu.
>>> DFSK E5 Plus Diserbu Konsumen, 68 Persen Pemesan Milenial
Pameran ini menampilkan 60 lukisan pilihan yang mencerminkan keanekaragaman seni dan budaya Nusantara.
DJKN berkolaborasi dengan Pejabat Lelang Kelas II dan tiga balai lelang binaan DJKN, yaitu PT Balai Lelang Larasati, PT Balai Lelang Sinarmas, dan PT Speed Reliance Auction, untuk melelang lukisan secara profesional dan akuntabel.
