Pengamat tata kota Yayat Supriyatna menilai pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, belum tentu mampu menyelesaikan kemacetan di kawasan tersebut.
Menurut Yayat, flyover memang dapat mengurangi kemacetan di titik perlintasan dan persimpangan di atas Jalan Latumenten.
Namun, kelancaran di satu titik harus diantisipasi pada simpul lalu lintas lain di sekitarnya.
"Ketika arus kendaraan menjadi lebih lancar di satu titik, volume kendaraan yang menuju titik pertemuan berikutnya juga meningkat," ujar Yayat, Kamis (2/7/2026).
Ia mencontohkan, kendaraan yang melaju lancar di atas flyover harus siap menghadapi traffic light, penyempitan jalan, atau hambatan lain di depannya.
Pengalaman Flyover Sebelumnya
Yayat merujuk pada pengalaman pembangunan flyover di Pancoran, Kuningan, dan beberapa titik persimpangan lain di Jakarta.
Menurut dia, infrastruktur serupa tidak selalu menyelesaikan kemacetan secara permanen, melainkan hanya memindahkan titik kepadatan ke lokasi lain.