Mantan pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung Bo, terus menjadi sorotan setelah kegagalan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026.
Ia tidak hanya memilih mundur dari jabatannya, tetapi juga menghadapi gelombang kemarahan publik yang berujung pada aksi boikot di sejumlah toko dan restoran di Korea Selatan.
>>> Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz Melonjak, AS Kirim 10 Juta Barel per Hari
Reaksi keras masyarakat muncul setelah Korea Selatan gagal melaju ke babak 32 besar (knockout) Piala Dunia 2026, hasil yang dinilai jauh dari ekspektasi publik maupun pemerintah.
Boikot Meluas, Toko hingga Restoran Tolak Layani Hong Myung Bo
Berdasarkan laporan media Belanda De Telegraaf dan sejumlah media Korea Selatan, foto-foto pengumuman yang melarang Hong Myung Bo memasuki berbagai toko hingga restoran ramai beredar di media sosial.
Beberapa pemilik usaha bahkan secara terbuka memasang pemberitahuan di pintu masuk.
Salah satu tulisan yang viral berbunyi: "Hong Myung Bo dilarang keras melangkahkan kaki ke dalam toko ini."
>>> Kiper Timnas Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak di Gaza
Sementara pengumuman lain di sebuah restoran bertuliskan: "Kami tidak akan melayani Hong Myung Bo."
Aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan sebagian masyarakat terhadap performa Timnas Korea Selatan selama turnamen.
Laporan mengenai beredarnya pengumuman larangan tersebut juga diberitakan media Korea setelah fotonya viral di internet.
Hong Myung Bo Memilih Mundur dan Minim Berkomentar
Hong Myung Bo memilih mundur dari jabatan pelatih setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
>>> Update Harga HP OPPO Juli 2026: Dari Rp2 Jutaan hingga Rp31 Jutaan
Ia minim memberikan komentar terkait boikot dan ancaman yang diterimanya.