Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor industri pengolahan pada Mei 2026 mengalami penurunan 3,59% dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan tersebut disumbang oleh menurunnya ekspor barang perhiasan dan barang berharga.
>>> Rangkaian Acara Pernikahan Taylor Swift Digelar di New York
Meskipun demikian, nilai ekspor produk nikel pada Mei 2026 tercatat naik signifikan sebesar 49,88% dibandingkan dengan posisi Mei 2025.
Kenaikan nilai ekspor nikel juga terjadi pada periode Januari hingga Mei 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
BPS menyebutkan bahwa dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari–Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah nikel dan barang daripadanya sebesar US$2,05 miliar atau 60,88%.
Sementara itu, pada periode Januari hingga Mei 2026, nilai ekspor industri pengolahan meningkat 6,80% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
>>> Puspresnas OSN 2026: Panduan Lengkap Program Pembinaan dan Prestasi Nasional
Secara keseluruhan, total nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai US$115,36 miliar, naik 3,02% secara year-on-year.