Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap polusi udara selama libur sekolah.
Kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada anak, terutama saat mereka lebih sering beraktivitas di luar rumah.
>>> Sosok Didik Putra Kuncoro, Eks Kapolres Bima yang Didakwa Terima Rp2,8 Miliar dari Peredaran Sabu
Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi IDAI, dr. Cynthia Centauri, Sp. A.
, Subsp. Respi.
(K), memberikan sejumlah langkah perlindungan.
Cek Indeks Standar Pencemar Udara
Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memeriksa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum mengajak anak beraktivitas di luar ruangan.
Dengan mengetahui tingkat polusi, orang tua dapat memutuskan apakah aman bagi anak untuk bermain di luar.
Gunakan Masker
Cynthia menyarankan penggunaan masker jika diperlukan, terutama untuk anak usia tiga tahun ke atas yang sudah bisa dipakaikan masker.
>>> 5 Tablet Terjangkau untuk Anak SMP, Layar Nyaman dan Baterai Tahan Lama
Masker dapat membantu menyaring partikel polutan yang berbahaya bagi saluran pernapasan anak.
Hindari Jalan dengan Polusi Tinggi
Orang tua disarankan untuk menghindari jalan-jalan dengan tingkat polusi tinggi saat membawa anak.
Pemilihan rute yang lebih bersih dapat mengurangi paparan polutan secara signifikan.
Jaga Sirkulasi Udara di Dalam Mobil
Jika bepergian menggunakan mobil di kawasan dengan kualitas udara buruk, pastikan jendela kendaraan tetap tertutup.
Hal ini untuk mengurangi masuknya polutan dari luar ke dalam kabin mobil.
>>> Trump: Kesepakatan Sementara dengan Iran untuk Akhiri Perang Sudah Berakhir
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, orang tua dapat membantu melindungi anak dari dampak buruk polusi udara selama liburan.
