unique visitors counter
⌂ Beranda › Lifestyle › Korea Abadikan Warisan Budaya Takbenda Lewat Arsip Digital
Lifestyle

Korea Abadikan Warisan Budaya Takbenda Lewat Arsip Digital

Maestro kerajinan kayu tradisional Korea sedang bekerja
Korea Abadikan Warisan Budaya Takbenda Lewat Arsip Digital
A A Ukuran Teks16px

Korea Heritage Service (KHS) menerbitkan tiga buku biografi yang mendokumentasikan kehidupan, filosofi, dan metode kerja para 'living national treasures' atau harta nasional hidup.

Buku-buku tersebut mengulas Kim Chun-sik, maestro pembuatan meja kayu ukir tangan 'soban' asal Naju, serta Kim Il-ku dan Jeong Sun-im, dua virtuoso pansori, seni bercerita opera tradisional Korea.

Penerbitan ini merupakan bagian dari kampanye preservasi multimedia sistematis yang dimulai pada 1995.

Mendesaknya Dokumentasi Maestro Senior

Selama berabad-abad, seni seperti pansori bertahan melalui transmisi lisan tanpa notasi. Kini, mendokumentasikan teknik fisik dan infleksi vokal para maestro yang menua menjadi prioritas.

Kim dan Jeong mewarisi gaya Dongpyeonje, aliran menyanyi dengan vokal kuat dan struktur ritme kaku.

Sedikit generasi muda yang mau menjalani magang berat dan bergaji rendah untuk melestarikan warisan klasik.

KHS mentransformasi tradisi lisan ini menjadi aset digital yang dapat diakses melalui portal Intangible Heritage Knowledge.

Perluasan ke Tradisi Lain

Operasi lapangan saat ini mencakup dokumentasi multi-tahun terhadap 'haenyeo', penyelam bebas perempuan lanjut usia di Pulau Jeju, dan ritual perdukunan 'keungut'.

Rekaman lapangan tersebut dijadwalkan dirilis untuk publik pada Agustus 2027. Seorang juru bicara KHS berjanji akan terus memperluas keterbukaan digital agar masyarakat dapat menikmati warisan budaya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru