Korea Selatan meraih kemenangan diplomatik dan regulasi penting di badan standar pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Langkah ini membersihkan hambatan besar untuk menetapkan tolok ukur global bagi industri ekspor rumput lautnya yang sedang berkembang pesat.
>>> Museum Nasional Korea Catat Rekor Pengunjung Semester Pertama
Pada Sidang Umum ke-49 Komisi Codex Alimentarius (Codex) di Swiss, standar global terpadu untuk "gim" — lembaran rumput laut kering, panggang, dan berbumbu yang telah merebut pasar camilan global — berhasil melewati tinjauan tingkat menengah.
Terobosan ini membawa Seoul lebih dekat ke target ekspor rumput laut tahunan sebesar $1,8 miliar pada tahun 2030.
Selama bertahun-tahun, ketiadaan standar Codex universal memaksa eksportir Korea menghadapi kekacauan peraturan nasional yang berbeda-beda.
Fragmentasi regulasi ini membebani keuangan dan logistik negara yang menguasai lebih dari 70 persen perdagangan rumput laut global.
Draf yang baru diajukan secara sistematis mengkodifikasi dan mengklasifikasikan varietas kering, panggang, dan berbumbu, menetapkan tolok ukur kualitas yang ketat, serta mengatur rasio campuran tanaman laut lokal lainnya.
Selain menurunkan hambatan perdagangan non-tarif, kerangka kerja yang terstandarisasi ini diharapkan memperkuat kredibilitas dan keunggulan kompetitif produk makanan laut premium Korea.
Hal ini juga memudahkan masuk ke pasar negara Barat dan Eropa yang sedang berkembang.
>>> Museum Bawah Tanah di Seoul Pamerkan Reruntuhan Asli Era Joseon
"Lolosnya tinjauan tingkat menengah adalah hasil langsung dari kemampuan kami membangun konsensus internasional yang didukung bukti ilmiah yang ketat," kata Menteri Kelautan Hwang Jong-woo.
Ia mencatat bahwa kemajuan ini sejalan dengan strategi inovasi rantai pasok pemerintah yang lebih luas.
Kemenangan regulasi juga meluas ke bidang pengolahan.
Sidang umum Codex secara resmi meratifikasi penugasan operasional baru untuk Komite Codex untuk Buah dan Sayuran Olahan, sebuah badan pendukung penting yang diketuai oleh Korea.
Panel tersebut mendapatkan mandat untuk mengembangkan standar global untuk kacang mete dan bubuk umbi-umbian.
Hal ini membangun landasan operasional strategis bagi Seoul untuk memimpin tinjauan standar internasional mendatang untuk makanan budaya inti seperti kimchi, gochujang, dan produk ginseng.
"Keberhasilan ini mencerminkan kepercayaan dan kepemimpinan internasional yang telah dibangun negara kita dalam keamanan pangan," kata Menteri Keamanan Pangan dan Obat-obatan Oh Yu-kyoung.
>>> Gelombang Turis China Picu Perdebatan Soal Mengemudi di Jeju
Ia berjanji akan terus secara agresif mengarahkan penciptaan standar internasional agar produk pangan asli Korea diakui sebagai merek tepercaya di pasar global.
