Sebuah penyelidikan online mendadak melanda industri hiburan Korea Selatan.
Para selebriti kini harus mempertanggungjawabkan dugaan keterkaitan dengan Ilbe, komunitas sayap kanan kontroversial yang namanya saja sudah menjadi beban reputasi.
>>> Ketua HYBE Bang Si-hyuk Terlihat di Seongsu dengan Merchandise CORTIS
Namun, pengawasan ini mulai terlihat seperti upaya sepihak untuk menyerang artis. Bahkan dialek daerah yang wajar atau penggunaan satu kata pun kini dianggap sebagai bukti afiliasi ideologis.
Drama SBS dan Webtoon Jadi Sasaran
Yang terbaru adalah drama SBS "Agent Kim Reactivated." Webtoon sumbernya dituduh mengandung referensi ke Ilbe.
Kritikus mengklaim nama karakter dan tempat sengaja dipilih untuk mengejek kematian mantan Presiden Roh Moo-hyun. Kreator webtoon Park Tae-jun membantah keras tuduhan itu.
Ia mengatakan tidak akan berani menyisipkan isyarat politik tersembunyi dalam karyanya. Namun, kontroversi terus berlanjut seiring popularitas adaptasi televisi.
Penyanyi Hareem dan Anggota Rescene Jadi Sorotan
Penyanyi Hareem juga mendapat kecaman setelah mengkritik karangan bunga duka di luar SMA Paichai.
Tim bisbol sekolah itu terlibat kontroversi Ilbe karena pemainnya meneriakkan frasa yang mengejek Pemberontakan Demokratik 18 Mei.
>>> Sam Neill Meninggal Dunia, Sempat Umumkan Bebas Kanker
Hareem menyesalkan penggunaan bunga sebagai senjata.
Komentarnya justru membuatnya dituduh sebagai pengguna Ilbe, yang ia bantah dengan mengatakan pamannya tewas dalam peristiwa 18 Mei.
Anggota Rescene, Woni, juga terseret setelah mengucapkan "museopno" (dialek Gyeongsang) di video YouTube. Netizen mengklaim pelafalannya bukan dialek asli, melainkan gaya bicara yang diasosiasikan dengan Ilbe.
Kontroversi tak mereda meski Woni lahir dan besar di Geoje, Provinsi Gyeongsang Selatan, dan menggunakan dialek itu sehari-hari.
Kualitas Bukti Dipertanyakan
Tuduhan keterkaitan dengan Ilbe bukan hal baru. Namun, kini tokoh politik ikut memperkuat tuduhan sebelum terbukti, memaksa selebriti buru-buru mengeluarkan bantahan.
Banyak tuduhan hanya berdasarkan spekulasi: gestur tangan, satu kata, atau cara bicara yang dianggap sebagai bukti. Media sosial mempercepat penyebaran kecurigaan tanpa verifikasi.
>>> Film Komedi Laris 'Okay! Madam' Kembali dengan Sekuel Kapal Pesiar Mewah
Kritikus budaya pop Kim Heon-sik mengatakan memperdebatkan apakah satu ucapan termasuk ujaran kebencian justru bisa memperdalam kontroversi. Ia menekankan perlunya diskusi konstruktif berdasarkan pemahaman akurat.

