Diet defisit kalori kini menjadi pilihan populer untuk menurunkan berat badan karena dianggap lebih aman dibandingkan diet ekstrem.
Metode ini tidak mengharuskan Anda berhenti makan, melainkan mengatur jumlah kalori yang masuk agar lebih sedikit dari yang dibakar setiap hari.
>>> Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Belum Temukan Bahan Peledak
Pakar kesehatan menjelaskan bahwa defisit kalori terjadi ketika tubuh menerima energi lebih rendah dari kebutuhan harian.
Akibatnya, tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga berat badan berkurang secara bertahap.
Meski terdengar sederhana, penerapan defisit kalori harus dilakukan dengan benar. Mengurangi kalori secara berlebihan justru dapat memperlambat metabolisme, menyebabkan kehilangan massa otot, dan memicu gangguan kesehatan.
>>> Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15
Panduan Menjalankan Diet Defisit Kalori
Sebelum memulai, penting untuk menghitung kebutuhan kalori harian Anda. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitas fisik.
Selain menghitung kalori, pemilihan makanan juga krusial.
Konsumsilah makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin, mineral, protein, lemak sehat, dan karbohidrat agar tubuh tetap mendapat nutrisi selama proses penurunan berat badan.
>>> Penjualan TSMC Melonjak 36%, Tanda Permintaan AI Global Masih Kuat
Dengan mengikuti panduan ini, diet defisit kalori dapat dilakukan secara aman dan efektif untuk mencapai berat badan ideal.
