unique visitors counter
⌂ Beranda News Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15
Ilustrasi: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15
A A Ukuran Teks16px

Aparat Kepolisian mengaku telah mengantongi identitas orang yang diduga mengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.

Namun, polisi belum dapat mengungkap identitas maupun motif pelaku karena penyelidikan masih berlangsung.

>>> Penjualan TSMC Melonjak 36%, Tanda Permintaan AI Global Masih Kuat

"Dari identitasnya kita sudah kantongi.

Jadi kita sudah mencari, kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada awak media di lokasi, Senin, 13 Juli 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pesan ancaman yang dikirim pelaku menyebut adanya "11 titik" di lingkungan sekolah.

in2

Sampai dengan saat ini, aparat kepolisian masih terus mendalami maksud dari isi ancaman tersebut. Apalagi objek ancaman teror tersebut adalah sarana pendidikan untuk anak-anak.

"Untuk terornya sendiri isinya yang jelas dia meneror. Untuk beberapa menit dia nanti memberikan 11 titik di SD sini," ucap Nurma.

>>> PM Hungaria Bersiap Depak Presiden, Bersihkan Sisa Rezim Orban

Lanjut Nurma, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima informasi adanya ancaman bom yang dikirim melalui pesan WhatsApp kepada guru dan staf tata usaha (TU) sekolah.

Pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan Tim Jibom Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror Polri untuk melakukan sterilisasi di seluruh area sekolah.

Hingga siang hari, proses penyisiran telah berlangsung lebih dari dua jam.

"Jadi tadi kita memperoleh informasi bahwa ada teror di SD Negeri Srengseng Sawah Nomor 15.

>>> Bocoran iPhone 18 Pro Max: Baterai 5.500 mAh, Chip A20 Pro, dan Kamera Baru

Kemudian kita langsung cek TKP, komunikasi dengan guru dan kepala sekolah, dan memang benar ada WhatsApp yang masuk ke guru dan TU," beber Nurma.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot