Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) melaporkan penjualan kuartal II 2026 melonjak 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian ini memenuhi ekspektasi tinggi analis dan menegaskan bahwa permintaan global terhadap perangkat keras kecerdasan buatan (AI) masih sangat kuat.
>>> Bocoran iPhone 18 Pro Max: Baterai 5.500 mAh, Chip A20 Pro, dan Kamera Baru
Pendapatan untuk tiga bulan yang berakhir pada Juni mencapai sekitar NT$1,27 triliun atau setara US$39,6 miliar (Rp718,6 triliun).
Angka tersebut sesuai dengan rata-rata perkiraan para analis yang dikumpulkan Bloomberg.
Kinerja impresif ini didorong oleh penjualan bulan Juni yang melonjak 68% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. TSMC merupakan pemasok utama chip untuk Nvidia Corp.
dan Apple Inc., serta menjadi barometer pembangunan infrastruktur AI global.
>>> Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Ini Isi Pesan yang Diterima Guru
Permintaan Chip AI Diprediksi Terus Tinggi
CEO dan Chairman TSMC, C. C.
Wei, sebelumnya memperingatkan pada Juni bahwa perusahaannya tidak akan mampu memenuhi permintaan yang dipimpin pelanggan Amerika selama bertahun-tahun.
Meskipun demikian, kapasitas produksi tambahan akan mulai beroperasi di AS dalam beberapa tahun ke depan.
Lonjakan penjualan TSMC menjadi indikator bahwa investasi di bidang AI masih berlanjut di seluruh dunia.
>>> Bunuh Diri Remaja di Hong Kong Capai Rekor Tertinggi dalam 10 Tahun
Produsen chip ini memainkan peran sentral dalam memproduksi sebagian besar chip paling canggih untuk pusat data dan ponsel pintar.
