Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan penanganan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, dilakukan secara cepat. Ancaman tersebut muncul saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyampaikan teror bom muncul ketika para siswa berkumpul di lapangan sekolah.
>>> China Perkuat Cengkeraman Mineral Lewat Entitas Investasi Baru
Seorang guru dan tenaga kependidikan menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal berisi ancaman peledakan bom.
"Menindaklanjuti laporan tersebut dengan cepat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian, yaitu Polsek setempat, Tim Gegana, dan Densus 88 untuk penanganan ancaman bom," ujar Chico Hakim dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).
Sebagai langkah antisipasi, seluruh aktivitas di sekolah dihentikan sementara. Para siswa dipulangkan ke rumah masing-masing untuk menjamin keselamatan selama proses pemeriksaan.
Orang tua dan wali murid telah mendapat informasi melalui Kepala Suku Dinas Pendidikan dan pihak kepolisian.
>>> Cara Melihat NISN di Ijazah 2026, Cukup Lihat Bagian Ini Saja
"Jadi untuk memastikan keselamatan seluruh siswa, guru, dan warga sekolah, seluruh aktivitas dihentikan sementara dan seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah masing-masing," kata Chico Hakim.
Selain melakukan sterilisasi lokasi, aparat juga menelusuri nomor telepon pengirim pesan ancaman. Proses pelacakan dilakukan secara paralel oleh Densus 88 untuk mengungkap identitas pelaku.
Chico menegaskan, keselamatan peserta didik dan seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, situasi di lokasi kini dalam kondisi terkendali dan penanganan masih terus berlangsung.
"Kami mengapresiasi respons cepat dan koordinasi yang baik antarinstansi dalam menangani situasi ini. Situasi saat ini terkendali dan proses penanganan terus berjalan," tutur Chico Hakim.
>>> Cara Pakai Template CapCut Prediksi Skor Piala Dunia 2026 yang Viral di TikTok
Pemprov Jakarta menyatakan akan menyampaikan perkembangan kasus secara terbuka kepada masyarakat. Pihaknya berharap proses penanganan segera rampung agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman.
